4 Kiat Belanja Barang Diskon

Kompas.com - 16/06/2011, 17:45 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Program diskon belanja besar-besaran memang menggiurkan. Boleh jadi Anda sudah menunggu momen ini, saat berbagai merek ternama ditawarkan dengan diskon besar. Atau koleksi fashion incaran Anda kini terpajang dengan harga yang lebih terjangkau. Program seperti Jakarta Great Sale, bagi sebagian orang, terutamanya perempuan, menjadi surga belanja yang menyejukkan.

Meski menggiurkan, Anda tetap perlu mengontrol diri belanja produk diskon. Pengusaha ritel fashion Dandan Hamdani berbagi trik berburu barang diskon kepada Kompas Female, berikut ini:

1. Perhatikan apakah barangnya adalah barang season sebelumnya atau tahun lalu. Kemampuan memilah dan memilih barang seperti ini akan lebih mudah jika Anda memang seorang brand addict. Dengan kemahiran memilih barang ini, Anda takkan menyesal belanja koleksi yang disukai.

2. Perhatikan kondisi barang terutama untuk produk diskon boks. Cek lagi, apakah ada jahitan yang lepas? Apakah ada noda yang sulit dihilangkan? "Barang yang sale di atas 70 persen umumnya barang sisa display, last stock, atau bahkan barang cacat produksi, jadi harus hati-hati." kata Dandan.

3. Jangan mudah tergiur dengan promo seperti diskon 70 persen + 20 persen. Promo ini bukan berarti diskon 90 persen. Hitungannya adalah seperti ini, jika harga normal Rp 100.000 dengan diskon 70 persen, maka harga barunya Rp 30.000, dan diskon lagi 20 persen sehingga harga terbarunya lagi adalah Rp 24.000. Jadi diskon yang sebenarnya adalah 86 persen bukan 90 persen.

4. Jangan mudah tergiur dengan program Gift with Purchase berupa voucher. Misalnya, belanja minimal harga Rp 250.000 mendapat voucher belanja Rp 50.000 untuk pembelanjaan berikutnya. Ini artinya bukan diskon 20 persen. Tetapi maknanya adalah voucher Rp 50.000 dibagi jumlah harga dua barang tersebut. Jika dijumlah, diskon sebenarnya kurang dari 20 persen.

Selamat berbelanja.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Megapolitan
 Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Megapolitan
Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

Megapolitan
Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

Megapolitan
Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X