Perangkat Desa Demo Kemendagri - Kompas.com

Perangkat Desa Demo Kemendagri

Kompas.com - 20/06/2011, 11:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan perangkat desa se-Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Desa Nusantara (Parade Nusantara) melakukan aksi unjuk rasa di Kementerian Dalam Negeri, Senin (20/6/2011). Mereka menuntut segera disahkannya RUU Pembangunan Pedesaan (RUU Desa) dan RUU Keistimewaan Yogyakarta.

"Aksi ini bertujuan mendesak pemerintah Pusat, Presiden beserta jajaran, untuk segera merealisasikan pengesahan kedua RUU itu sebagaimana dijanjikan selama ini, tanpa mengurangi substansinya," kata H Sudir Santoso, Ketua Presidium Parade Nusantara, di depan para aparat desa di Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Utara, Senin (20/6/2011).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat menjanjikan terealisasinya RUU Desa. Namun, Parade Nusantara menduga adanya penyimpangan poin pokok yang diperjuangkan.

"Salah satu contoh yang disebutkan adalah, pasal tentang alokasi dana desa sebesar 5 persen dari total APBN telah dihilangkan secara sepihak oleh pemerintah," ujar Sudir.

Lebih dari itu, RUU yang mulai dibahas sejak 2009 itu tak kunjung dilimpahkan ke DPR hingga saat ini.

Parade Nusantara juga mengajukan tuntutan terkait RUU Keistimewaan Yogyakarta. Aparat desa asal Yogyakarta, kata Sudir, menghendaki RUU pada pokoknya memuat pola kepemimpinan yang menetapkan Sri Sultan Hamengkubuwono dan Sri Paduka Paku Alam memimpin sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Aspirasi ini, lanjut Sudir, telah mendapat dukungan aparat desa se-Indonesia yang tergabung dalam Parade Nusantara.

Selain, berunjuk rasa di Kemendagri, para kepala desa dan perangkat desa Nusantara juga akan melanjutkan aksinya di depan gedung DPR.


EditorHertanto Soebijoto

Terkini Lainnya

Pidato di Depan Ribuan Wisudawan Unpas, Sandiaga Berharap Lulusan Baru Ciptakan Lapangan Kerja

Pidato di Depan Ribuan Wisudawan Unpas, Sandiaga Berharap Lulusan Baru Ciptakan Lapangan Kerja

Regional
Sepasang Suami Istri di Kediri Berbagi Peran Mencuri

Sepasang Suami Istri di Kediri Berbagi Peran Mencuri

Regional
BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi dari Malaysia

BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi dari Malaysia

Nasional
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual saat KKN UGM: Viral Lewat Balairungpress, Tuntutan DO Pelaku, hingga Upaya Penyelesaian

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual saat KKN UGM: Viral Lewat Balairungpress, Tuntutan DO Pelaku, hingga Upaya Penyelesaian

Regional
Curhat PKL soal 'Skybridge', Senang Ada Lapak dan Takut Dagangan Sepi

Curhat PKL soal "Skybridge", Senang Ada Lapak dan Takut Dagangan Sepi

Megapolitan
Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Regional
Bawaslu: KPU Belum Terjun ke Sulteng untuk Perbaikan Daftar Pemilih

Bawaslu: KPU Belum Terjun ke Sulteng untuk Perbaikan Daftar Pemilih

Nasional
Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Regional
Korban Tewas akibat Pagar Tembok SD Tiba-tiba Roboh Jadi 2 Orang

Korban Tewas akibat Pagar Tembok SD Tiba-tiba Roboh Jadi 2 Orang

Regional
Kasus Suap Meikarta, 64 Orang Diperiksa sebagai Saksi

Kasus Suap Meikarta, 64 Orang Diperiksa sebagai Saksi

Regional
SEA Umumkan Penerima Beasiswa untuk Kembangkan Ekonomi Digital

SEA Umumkan Penerima Beasiswa untuk Kembangkan Ekonomi Digital

Edukasi
Wapres Kalla Minta Pembahasan RTRW Rehabilitasi Sulteng Pasca-bencana Dipercepat

Wapres Kalla Minta Pembahasan RTRW Rehabilitasi Sulteng Pasca-bencana Dipercepat

Nasional
Lewat eSIKLA, Pasien Tak Perlu Antre Lama untuk Berobat

Lewat eSIKLA, Pasien Tak Perlu Antre Lama untuk Berobat

Regional
Camat Menteng Usul PKL Sabang Direlokasi ke 'Park and Ride' Thamrin 10

Camat Menteng Usul PKL Sabang Direlokasi ke "Park and Ride" Thamrin 10

Megapolitan
Melania Trump Minta Wakil Penasihat Keamanan Nasional Dipecat

Melania Trump Minta Wakil Penasihat Keamanan Nasional Dipecat

Internasional

Close Ads X