Misteri Rumah Si Pitung...

Kompas.com - 28/06/2011, 14:09 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

"Saya kelahiran 1981. Waktu itu saja masih rawa-rawa. Semua rumah bentuknya rumah panggung. Baru sekarang-sekarang ini sekitar tahun 90-an, rumah-rumah langsung ke tanah, bukan rumah panggung lagi. Dulu ke mana-mana harus naik perahu," kata Syahrul.

Tak heran, lokasi Marunda langsung berdekatan dengan laut. Saat pasang, air bisa masuk ke dalam rumah. Di sebelah Rumah Si Pitung terdapat dua bangunan baru. Bangunan pertama rencananya untuk perpustakaan. Sementara bangunan kedua untuk kantin. Menurut Syahrul, saat ia masih kecil, di lokasi tempat kedua bangunan tersebut berada adalah kali.

Rumah Si Pitung sudah mengalami renovasi. Ada beberapa bagian kayunya yang sudah lapuk dan harus diganti dengan kayu baru. Namun, beberapa bagian lainnya yang masih kuat tetap dipertahankan. Misalnya empat tiang di beranda depan rumah masih asli. Begitu pula beberapa jendela dan gagang pintu pun asli. Jalanan menuju lokasi ini sangat sempit dan hanya bisa dilalui dengan sepeda motor. Karena itu, jika Anda berkunjung dengan membawa mobil, Anda harus memarkir di lapangan kosong yang berjarak beberapa meter dari lokasi Rumah Si Pitung. Setelah itu, Anda perlu berjalan kaki sekitar lima menit ke lokasi.

Selain Rumah Si Pitung, ada pula Masjid Al Alam yang juga di kawasan Marunda. Beberapa penduduk setempat percaya bahwa Si Pitung pernah mampir untuk menunaikan shalat di masjid tersebut. Sosok Si Pitung memang begitu misterius. Konon, selain jago silat, Si Pitung bisa menghilang!

"Padahal menurut salah satu pengarang dalam majalah Intisari yang ditulis oleh salah satu cucu dari teman Si Pitung, bahwa Si Pitung adalah orangnya kecil sehingga mudah bersembunyi pada bidang yang sempit," tutur Kartum.

Tak heran, Snouck Hugronje yang kala itu menjadi Penasehat Pemerintah Hindia Belanda Urusan Bumiputera mengecam Kepala Polisi Belanda yang dianggap tak becus menangkap Si Pitung. Ia semakin berang saat Si Pitung berhasil lolos dari penjara Meester Cornelis saat tertangkap di tahun 1891.

Polisi Belanda pernah menggerebek rumah tinggal Si Pitung di kawasan Rawa Belong dan hanya menemukan 2,5 sen keping uang benggolan. Nilai yang sangat jauh dibanding hasil rampokan Si Pitung dari saudagar-saudagar yang ia anggap bersekutu dengan Belanda. Lagi-lagi inilah letak misteri Si Pitung.

Ke manakah hasil rampokan Si Pitung? Apalagi Si Pitung tak beristri dan tak memiliki keturunan. Pun bukan seorang penjudi apalagi pemabuk. Jika Anda ingin tahu jawabannya, silahkan langsung bertandang ke Rumah Si Pitung Marunda. Di sana, secarik informasi yang dipajang di dinding rumah mungkin bisa menyingkap misteri itu.

Halaman:
Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wali Kota Depok Harap Pemerintah Pusat Segera Beri Arahan Refocusing APBD Tangani Covid-19

    Wali Kota Depok Harap Pemerintah Pusat Segera Beri Arahan Refocusing APBD Tangani Covid-19

    Megapolitan
    Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, RS Suyoto Akan Tambah Ruang Perawatan

    Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, RS Suyoto Akan Tambah Ruang Perawatan

    Megapolitan
    Waspada Kejahatan dengan Modus Tawarkan Pekerjaan, dari Pencurian hingga Prostitusi Online

    Waspada Kejahatan dengan Modus Tawarkan Pekerjaan, dari Pencurian hingga Prostitusi Online

    Megapolitan
    Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

    Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

    Megapolitan
    Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

    Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

    Megapolitan
    TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

    TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

    Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

    Megapolitan
    4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

    4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

    Megapolitan
    Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

    Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

    Megapolitan
    Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

    Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

    Megapolitan
    UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

    UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

    Megapolitan
    Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

    Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

    Megapolitan
    Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

    Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

    Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X