Awas! BPOM Temukan Takjil "Berbahaya"

Kompas.com - 05/08/2011, 19:49 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

SEMARANG, KOMPAS.com — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang menemukan kandungan Rhodamin B dalam takjil yang dijual bebas di Jalan Pahlawan, Semarang. BPOM merilis berita itu setelah memeriksa secara acak penjualan takjil di Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (5/8/2011) sore.

Mengerahkan sebuah laboratorium mobile dan tujuh awak, petugas BPOM Semarang yang dipimpin Kepala BPOM Supriyanto ini memeriksa lebih dari 50 sampel makanan dan minuman yang dijual para mahasiswa tersebut.

"Hasil rapid test menunjukkan bahwa kami menemukan satu dari puluhan sampel yang mengandung zat berbahaya," kata Supriyanto.

Adapun sampel yang diperiksa tersebut meliputi kolak, es buah, es campur, aneka kue, es sirup, dan beberapa takjil lainnya. Sampel yang diambil dengan cara membeli tersebut kemudian langsung dibawa ke laboratorium mobile yang siap di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Atas temuan ini, Supriyanto menyatakan akan melakukan pembinaan terhadap penjualnya. "Kami tahu mayoritas yang berjualan adalah para mahasiswi, yang mungkin tidak memproduksi sendiri, tetapi hanya kulakan. Nanti akan kami telusuri pembuatnya dan langsung dilakukan pembinaan," kata Supriyanto.

Adapun makanan yang mengandung Rhodamin B atau zat pewarna pakaian tersebut adalah jenis minuman kolang-kaling yang dijual sekelompok mahasiswa.

Sejauh ini, BPOM Semarang telah menemukan kandungan zat berbahaya dalam berbagai makanan dan minuman kemasan. Temuan dari berbagai daerah itu akan digunakan untuk menyusun public warning.

"Kami mengharapkan bantuan dari masyarakat dan media jika menemukan makanan atau minuman yang dicurigai tidak sehat agar memberi tahu BPOM. Ini sangat penting karena petugas kami terbatas dan tidak bisa menjangkau seluruh Jawa Tengah," kata Supriyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.