Foke Larang Warga Takbir Keliling

Kompas.com - 19/08/2011, 17:16 WIB
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalanan, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau warga Jakarta agar tidak melakukan takbir keliling di jalan-jalan arteri maupun protokol. Kendati demikian, warga masih bisa melakukan aktivitas takbir di lingkungan masing-masing.

"Imbauan ini juga berlaku bagi warga yang berada di daerah tetangga Kota Jakarta agar tidak melakukan takbir keliling masuk Jakarta," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (19/8/2011).

Selain itu, imbauan untuk tidak melakukan takbir keliling ini juga untuk mencegah kemacetan di beberapa jalan di Jakarta. Untuk itu, ia mengatakan para walikota dan bupati harus mengimbau warganya tidak keluar dari lingkungannya saat melakukan kegiatan pawai takbir keliling.

"Kami mengeluarkan imbauan supaya warga Jakarta melakukan takbir keliling di sekitar mushola dan masjid di lingkungannya masing-masing. Paling tidak, dilakukan di kecamatan masing-masing," ujarnya.

Ia menuturkan untuk mengatasi arak-arakan takbir keliling dari daerah tetangga, Pemprov DKI sudah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk menertibkannya. Pihak Polda Metro Jaya akan mengerahkan personilnya untuk berjaga di daerah perbatasan antara Jakarta dengan daerah tetangga.

"Larangan ini sudah kami lakukan setiap tahunnya saat malam takbiran. Karena mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat warga kerap melakukan takbir keliling menggunakan kendaraan bermotor mengitari sejumlah ruas jalan di ibu kota," tuturnya.

Selain penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan, terkadang pengemudi kerap mengendarai kendaraan dengan ugal-ugalan sehingga dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan lain.

Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen Suhardi Alius, menegaskan Polda Metro Jaya menyatakan jika ada yang berniat melakukan takbir keliling, warga harus lapor kepada Polda Metro jaya.

Nantinya, pihak Polda akan mengawal selama arak-arakan di jalan agar takbir keliling bisa berjalan tertib dan tidak menimbulkan kemacetan serta kecelakaan yang merugikan warga.

Sementara untuk warga dari luar Jakarta yang hendak melakukan takbir keliling masuk ke Jakarta, Polda Metro Jaya akan membelokkan arak-arakan tersebut kembali ke wilayahnya masing-masing.

Sehingga rute jalan yang biasa dipakai untuk arus mudik, dapat dijaga ketertiban dan kelancarannya untuk kepentingan bersama dan menciptakan keamanan berlalu lintas.

"Bagi pengemudi sepeda motor yang tidak mengenakan perlengkapan kendaraan bermotor roda dua seperti helm, membawa SIM dan lainnya, maka akan dikenakan sanksi tegas," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X