Inilah Kronologi Kasus Pembajakan KA Gajayana

Kompas.com - 27/08/2011, 14:32 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sugeng Priyono mengatakan, pusat kendali KAI di Jakarta sempat merasakan adanya kejanggalan karena masinis KA Gajayana sempat meminta sinyal hijau-hijau atau tidak berhenti. Ketika dipanggil lewat radio frekuensi, masinis juga tidak merespons.

Sebanyak tiga pembajak masuk ke dalam lokomotif masinis dan mengancam masinis untuk menuruti kemauan pelaku. Dua orang berhasil diamankan, sementara seorang lainnya melarikan diri (sebelumnya disebut ditangkap tiga orang).

Berikut ini kronologi kasus pembajakan KA Gajayana Lebaran rute Malang-Jakarta yang diawaki masinis Yodian Wiliarso dan asisten masinis Bambang Suradi.

1. Jumat (26/8/2011) pukul 17.30 : KA Gajayana angkutan Lebaran berangkat dari Stasiun Malang, Jawa Timur.

2. Sabtu (27/8/2011) pukul 06.21 : KA Gajayana Lebaran berangkat dari Stasiun Cirebon. Pukul 06.54, KA Gajayana Lebaran tertahan di sinyal masuk Stasiun Jatibarang.

3. Pukul 07.09 : Di Stasiun Telagasari ada beberapa orang yang menghadang di jalan rel, satu orang naik ke lokomotif KA Gajayana Lebaran. Pukul 07.28-07.30, kereta berhenti di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang yang naik di lokomotif. Masinis melaporkan kepada pengendali operasi KA Cirebon bahwa penumpang di lokomotif sudah diturunkan di Stasiun Haurgeulis.

4. Pukul 08.12 : Masinis KA Gajayana Lebaran melakukan penyesuaian frekuensi radio lokomotif ke pengendali operasi KA Daerah Operasi III Cirebon minta agar perjalanan KA Gajayana Lebaran diberikan aspek hijau-hijau atau perjalanan langsung sampai Stasiun Gambir.

5. Pukul 08.14 : KA Gajayana Lebaran lewat Stasiun Cikampek. Pukul 08.16-09.00, petugas Pusat Kendali (PK) Timur Daops I Jakarta memanggil masinis KA Gajayana Lebaran melalui radio lokomotif, tetapi tidak ada respons. Untuk itu, petugas PK berinisiatif mengambil tindakan berhenti luar biasa (BLB) KA Gajayana Lebaran di Stasiun Bekasi, tetapi gagal.

6. Pukul 09.08 : PK Timur Daops I mendapatkan kontak dari masinis KA Gajayana Lebaran dengan suara pelan bahwa dia disandera dan mohon KA dilangsungkan sampai Stasiun Gambir.

7. Pukul 09.10 : KA Gajayana Lebaran coba diberhentikan di Stasiun Jatinegara, tetapi gagal dan diarahkan ke Stasiun Pasar Senen. Pukul 09.12, kondektur KA Gajayana Lebaran menerima telepon dari pegawai Purwokerto agar nanti KA masuk Stasiun Pasar Senen melakukan penarikan rem darurat dari dalam rangkaian. Lalu, PK meminta kepada teknisi KA agar melakukannya.

Pukul 09.35 : KA Gajayana Lebaran masuk jalur 4 dengan ditarik rem darurat yang dilakukan teknisi KA. Kemudian dilakukan penangkapan oleh aparat Brimob yang sudah siaga di jalur 4.

8. Pengakuan masinis KA Gajayana Lebaran, dia dalam tekanan dan pisau sangkur menempel di dadanya. Ada bekas luka memar di dada masinis KA Gajayana Lebaran serta luka gores di tangan masinis.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

    Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

    Megapolitan
    Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

    Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

    Megapolitan
    Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

    Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

    Megapolitan
    Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

    Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

    Megapolitan
    Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

    Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

    Megapolitan
    PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

    PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

    Megapolitan
    Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

    Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

    Megapolitan
    PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

    PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

    Megapolitan
    Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

    Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

    Megapolitan
    Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

    Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

    Megapolitan
    Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

    Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

    Megapolitan
    Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

    Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

    Megapolitan
    Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

    Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

    Megapolitan
    Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

    Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

    Megapolitan
    Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

    Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X