Pelaksanaan ERP Paling Cepat Akhir 2012

Kompas.com - 27/08/2011, 15:46 WIB
EditorBastian

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Daerah DKI Jakarta membatasi peredaran jumlah kendaraan melalui mekanisme Electronic Road Pricing (ERP) setelah Lebaran 2011 sepertinya masih perlu waktu. Pasalnya, payung hukum yang membawahi terlaksananya program masih belum siap.

Padahal, Peraturan Pemerintah (PP) No 32 sudah diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juni 2011. Isinya mengatur tentang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, merupakan peraturan pelaksana dari Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam peraturan itu disebutkan bahwa pemerintah boleh meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan ruang lalu lintas dan mengendalikan pergerakan lalu lintas, diselenggarakan manajemen kebutuhan lalu lintas.

Jadi, pelaksanaannya berdasarkan perbandingan volume lalu lintas kendaraan bermotor dengan kapasitas jalan, ketersediaan jaringan dan pelayanan angkutan umum serta kualitas lingkungan. Caranya, dengan membatasi peredaran kendaraan bermotor (mobil, motor, truk) bisa diterapkan pada koridor atau kawasan tertentu pada waktu dan jalan tertentu, salah satu yang paling kongkret, penerapan ERP untuk mobil dan motor.

Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat dijumpai di Sunter, Jakarta Utara mengatakan, payung hukum terkait pelaksanaan ERP akhirnya sudah dikeluarkan. Tapi, belum lengkap karena masih ada hal lain yang belum diselesaikan. "Yang ditunggu Peraturan Pemerintah turunan dari Undang-Undang Nomor 28 (tahun 2009) tentang pajak dan retrubusi daerah. Ini yang nanti mengatur kemana pos pemasukan ERP diberikan," jelas Udar, hari ini (26/8).

Udar melanjutkan, dari kalangan Kementerian Perhubungan menginginkan pemasukan yang diperoleh dari ERP nantinya dikembalikan lagi ke bidang yang sama, meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan transportasi, bukan ke pos lain. "Sampai saat ini, PP terkait ini masih dibahas di level Kementerian Keuangan dan belum putus," sebut udar.

"Targetnya akhir tahun ini keluar, baru awal tahun di siapkan sarana dan prasarana. Setelah proses lelang pengadaan fasilitas, paling cepat (ERP) bisa dilaksanakan akhir 2012 atau awal 2013," tukas Udar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

Megapolitan
UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Megapolitan
UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Megapolitan
Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Megapolitan
Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Megapolitan
Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Megapolitan
Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Megapolitan
5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X