4 Pemuda Tewas di Curug Seribu

Kompas.com - 04/09/2011, 05:08 WIB
Editor

BOGOR, KOMPAS - Empat pemuda, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang sedang berwisata di Curug Seribu di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/9), tenggelam di ceruk air terjun. Hingga Sabtu malam, tubuh empat pemuda itu belum ditemukan.

Keempat pemuda itu bernama Taufik Akbar (26), wiraswasta; Rahmat Maulana (20), mahasiswa Universitas Negeri Jakarta; serta Ivan Fadillah (20) dan Ali Hamzah (20), karyawan rumah makan. Mereka tinggal di kampung yang sama di Cidodol, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Bersama delapan teman sekampung yang lain, keempat pemuda itu berangkat dari Jakarta menggunakan sepeda motor sekitar pukul 03.00 dan tiba di kawasan Curug Seribu sekitar pukul 08.30. Setelah beristirahat sejenak, mereka melanjutkan perjalanan menuju air terjun dengan berjalan kaki di jalan setapak yang cukup curam selama sekitar satu jam untuk menempuh jarak sekitar 2 kilometer.

”Begitu tiba di air terjun itu, mereka langsung berjalan ke pinggir ceruk air terjun. Empat orang turun ke air, tetapi terpeleset dan terseret pusaran air,” tutur Kepala Polsek Cibungbulang Komisaris Sartono saat ditemui di lokasi.

Air terjun yang tercurah dari tebing setinggi sekitar 200 meter itu memiliki ceruk berupa kolam dengan kedalaman 20 meter hingga 30 meter. Dari kolam itu, air mengalir ke Sungai Cikuluwung yang bermuara di PLTA Cikaracak, Leuwiliang.

Saat kejadian, lokasi belum terlalu ramai. Kedelapan teman para korban berusaha menolong, tetapi tidak berhasil karena pusaran air di bawah ceruk itu terlalu kencang menyedot para korban. Petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor yang biasa bertugas di lokasi juga belum tiba.

”Setelah mendapat laporan, kami mencoba mencari dengan alat manual menggunakan bambu, tetapi belum berhasil. Sulit mengandalkan bambu di tengah pusaran air itu,” tutur Sartono.

Pencarian terhadap korban dihentikan sementara sekitar pukul 18.00 karena mulai gerimis dan lokasi terlalu gelap. Pencarian baru akan dilanjutkan pada Minggu pagi, menunggu bantuan dari Basarnas. Selama satu hingga dua hari mendatang, lokasi air terjun ditutup untuk wisatawan.

Robert M Sani (45), ayah Ivan, menuturkan, anaknya hanya pamit hendak berwisata ke Bogor bersama tetangganya menghabiskan waktu libur kerja. Ivan sehari-hari bekerja sebagai pelayan restoran dan baru akan bekerja mulai Senin.

”Waktu itu, ia baru selesai nonton bola Indonesia lawan Iran. Sehabis itu, ia berkumpul dengan teman-temannya dan langsung keluar pakai sepeda motor. Ia sempat minta ongkos Rp 50.000,” tutur Robert, yang punya usaha kecil konfeksi.

Beberapa orangtua korban lain yang berada di posko di Curug Seribu menuturkan, anak-anak mereka juga tidak secara detail menuturkan hendak ke air terjun, tetapi hanya mengaku hendak ke Bogor.

Menurut Sartono, di tengah liburan Lebaran, kawasan wisata yang memiliki lima air terjun itu biasa dikunjungi puluhan ribu wisatawan. Dia berharap pengelola meningkatkan pengamanan kawasan wisata alam tersebut.

(GAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.