Berbuat Cabul, Pejabat BPN Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 13/09/2011, 21:43 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pelecehan seksual terhadap tiga orang anak buahnya di instansi pemerintah itu. Pejabat yang dilaporkan berinisial G (44).

Pelaku G diduga sudah melancarkan aksi cabulnya sejak tahun 2010 kepada tiga korban yaitu AIF (22), AN (25), dan NPS (29). Tiga korban itu akhirnya memberanikan diri untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada Selasa (13/9/2011) siang ini.

Laporan tersebut dicatat Polda Metro Laporan Polisi Nomor : TDL/3124/1X/2011/PMJ/Dit.Reskrim.Um tertanggal 13 September 2011. Kuasa hukum korban, Ahmad Jazuli, menuturkan kejadian berawal saat NPS mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari G sekitar Juli 2011 lalu.

NPS menceritakan kepada rekan kerjanya yang juga bawahan G, berinisial AIF dan AN, terkait peristiwa pelecehan seksual tersebut. Dari cerita NPS ini, akhirnya terbongkar kasus serupa yang menimpa sekretaris G, AIF dan staf lainnya yakni AN.

"AIF menjadi korban paling lama sudah setahun mengalami pelecehan seksual dari G dari tahun 2010," ujar Jazuli, Selasa (13/9/2011), saat dihubungi wartawan.

Sedangkan, NPS mendapatkan perlakuan pelecehan seksual sejak Juli 2011 sebanyak dua kali dan AN sekitar Mei-Juni 2011. Meski sudah berlangsung lama, para korban enggan untuk bersuara lantaran mendapat tekanan dari G untuk tidak membicarakannya dengan siapa pun.

"Jadi korban khawatir juga karena posisinya sebagai bawahan, hanya NPS yang berani melawan," tutur Jazuli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikatakan Jazuli, para korban sempat melaporkan kejadian itu kepada pimpinan BPN tanggal 5 Agustus 2010. Pelaku pun sempat dipanggil dan mengakui perbuatannya. "Dia janji akan mundur, tapi begitu ditunggu tetap masih aktif. Akhirnya, kami melapor ke polisi," ucap Jazuli.

Pelaku pun dilaporkan dengan Pasal 294 ayat 2 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Selain membuat laporkan, korban juga menyertakan bukti rekaman berisi pengakuan pelaku melakukan pelecehan seksual di hadapan beberapa orang, termasuk suami korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.