Trauma, Korban Pelecehan di BPN Dibawa ke Psikolog

Kompas.com - 14/09/2011, 14:38 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum korban pelecehan seksual di Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ahmad Jazuli, mengungkapkan, tiga korban sudah diajukan ke psikolog. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan lagi kondisi psikis korban yang sempat terganggu akibat pelecehan yang dilakukan atasannya, G (44). G merupakan direktur di Direktorat Pengaturan dan Penetapan Hak Tanah BPN.

"Sehari-hari memang korban terlihat biasa saja, tidak bermasalah. Tapi kalau menceritakan kejadian itu, mereka terus menangis," ujar Jazuli, Rabu (14/9/2011), saat dihubungi wartawan.

Dia melanjutkan, kondisi paling parah terjadi pada AIF (22), yang merupakan sekretaris pelaku sejak tahun 2010. Dari ketiga korban, AIF pula yang paling lama mengalami pelecehan seksual.

"Sejak dia jadi sekretaris G, dia sudah diperlakukan begitu sejak tahun 2010," ungkap Jazuli.

Sementara NPS mendapatkan perlakuan pelecehan seksual sejak Juli 2011 sebanyak dua kali dan AN pada Mei-Juni 2011. Dikatakannya, AIF dan AN (25) pernah diraba-raba bagian vitalnya. Sementara itu, NPS juga mengalami kejadian serupa, tetapi sempat memberontak.

"Mereka kalau cerita ke saya juga tidak semuanya karena itu mereka masih takut mengingatnya. Jadi, kemarin kami ke psikolog supaya korban tenang dulu," tuturnya.

Ketiga korban, diakui Jazuli, masih menjalani aktivitas sehari-hari sebagai pegawai negeri sipil di BPN dan masih di direktorat yang sama dengan pelaku, yakni di Direktorat Pengaturan dan Penetapan Hak Tanah BPN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi, AIF yang sebelumnya sekretaris pelaku sudah bukan sekretaris lagi. Dia jadi staf biasa di direktorat yang sama, namun sudah berbeda ruangan," ucapnya.

Dia berharap kasus ini segera diproses pihak Polda Metro Jaya. Pasalnya, aduan korban ke pihak atasan tidak direspons apa pun. Pelaku sempat meminta maaf dan berjanji akan mengundurkan diri. Namun, hingga kini janji pelaku tidak juga terealisasi.

"Tidak ada tindakan apa pun dari atasan di BPN. Makanya, kami akhirnya melapor ke Polda Metro dan berharap kasus ini segera diproses," ujarnya.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.