Pelecehan Selalu di Ruang Kedap Suara Pejabat BPN

Kompas.com - 14/09/2011, 15:09 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku pelecehan seksual di Badan Pertanahan Nasional (BPN) selalu melancarkan aksi cabulnya di dalam ruang kerjanya di Direktorat Pengaturan dan Penetapan Hak Tanah BPN. Ruang pelaku juga dibuat kedap suara sehingga aktivitas di dalam ruangan sulit diketahui.

Hal itu disampaikan kuasa hukum korban, Ahmad Jazuli, Rabu (14/9/2011), saat dihubungi wartawan. "Kejadian selalu di ruangannya yang kedap suara," ujar Jazuli.

Dia mengatakan, ruangan G (44) yang berposisi sebagai direktur di direktorat itu juga terbilang sepi. Di luar ruangan G hanya terdapat seorang sekretaris, yaitu AIF (22), yang juga menjadi korban pelecehan G dan seorang asistennya.

"Kalau korban menjerit pun tidak akan ada yang tahu," kata Jazuli.

Salah seorang korban lain, yaitu NPS, pernah berteriak saat bibir dan dadanya diraba pelaku. "Tapi tidak ada yang bergerak, karena dari luar tidak terdengar," ungkapnya.

Pelaku biasa melancarkan aksinya di sela-sela waktu kerja. Dia mencari-cari alasan agar bisa menyuruh ketiga korban, yakni NPS, AN, dan AIF, mendatangi ruangannya.

Seperti diberitakan, pejabat BPN berinisial G (44) dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap tiga orang perempuan yang menjadi stafnya. Ketiga orang itu yakni AN (25), NPS (29), dan AIF (22). G dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Selasa (12/9/2011) siang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelaporan terhadap G berawal dari NPS yang sudah tidak betah selalu menjadi korban pelecehan seksual dari G. Sementara dua korban lainnya sempat bungkam karena ditekan oleh G.

Namun, setelah NPS mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban pelecehan dari atasannya, dua korban lain pun akhirnya bersuara. Pelaku pun dilaporkan dengan Pasal 294 Ayat 2 KUHP tentang Pencabulan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Selain membuat laporan, korban juga menyertakan bukti rekaman berisi pengakuan pelaku melakukan pelecehan seksual di hadapan beberapa orang, termasuk suami korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.