Kronologi Kericuhan SMA 6 Jakarta Versi Polisi

Kompas.com - 20/09/2011, 16:45 WIB
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bagian Humas Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Aswin mengungkapkan, ada tiga kali bentrokan antara siswa SMA 6 Jakarta dan wartawan pada Senin (19/9/2011) siang. Semakin sore, areal peristiwa bentrokan pun meluas hingga ke dekat Terminal Blok M dan kantor Kejaksaan Agung.

"Bentrokan terjadi tiga kali pada hari Senin kemarin," ungkap Aswin, Selasa (20/9/2011), di Polres Jakarta Selatan.

Ia menceritakan, bentrokan pertama terjadi sekitar pukul 11.00 di luar halaman SMAN 6 Jakarta, Jalan Mahakam I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di sana, fotografer Media Indonesia, Panca Syurkani, dikeroyok sekelompok siswa yang diduga berasal dari SMA 6 Jakarta.

Aswin mengatakan, pengeroyokan ini berawal dari korban yang datang ke SMAN 6 Jakarta untuk meliput tindak lanjut kasus perampasan kaset dan pemukulan terhadap juru kamera Trans7 oleh siswa SMA 6 Jakarta. "Kemudian terjadi cekcok mulut antara pelajar dengan wartawan di area sekolah dan berujung pengeroyokan yang dilakukan sekitar 30 orang pelajar," ujarnya.


Para pelajar ini, lanjutnya, secara bersama-sama memukul badan, kepala, dan tangan Panca dengan menggunakan tangan kosong. Fotografer Media Indonesia itu kemudian jatuh tersungkur dan mengalami luka bengkak di jari kelingking bagian kanan, luka lecet di tangan kanan, luka lecet di bagian lutut sebelah kiri, serta bengkak di bagian kepala.

Berselang 3,5 jam kemudian, tepatnya pukul 14.30, bentrokan di antara kedua pihak kembali terjadi. Pengeroyokan, diakui Aswin, terjadi terhadap fotografer Kompas.com, Banar Fil Ardhi, dan juru kamera Trans TV, Doni Fabrianus. Banar dikeroyok di dekat pintu masuk Terminal Blok M oleh sekitar 20 orang pelajar. Sementara Doni dikeroyok di seberang kantor Kejaksaan Agung, Jalan Hasanudin, Kebayoran Baru, oleh sekitar 30 orang pelajar.

Pada bentrokan kedua ini, dua buah mobil milik Trans TV pun dirusak, yakni Toyota Avanza bernomor polisi B 8275 VS dan B 8371 SN.

Aswin mengungkapkan, bentrokan terjadi lagi pada pukul 15.00, di seberang kantor Kejaksaan Agung. yang menjadi korban yakni fotografer Seputar Indonesia, Yudhistiro Pranoto. Yudhis diduga dikeroyok para pelajar dari SMA 6 Jakarta yang berjumlah sekitar 20 orang.

Di tempat lokasi, Aswin menuturkan, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni 1 buah pisau, 1 batu konblok, dan 3 buah CD berisi gambar. Ketiga korban juga sudah melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Polres Jakarta Selatan. Pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Kejahatan terhadap Ketertiban Umum (bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5,6 tahun.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    26 Lokasi Rawan Genangan di Jakarta Utara Saat Musim Hujan

    26 Lokasi Rawan Genangan di Jakarta Utara Saat Musim Hujan

    Megapolitan
    Kronologi Nenek Buta Huruf Ditipu Tetangganya

    Kronologi Nenek Buta Huruf Ditipu Tetangganya

    Megapolitan
    Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

    Kronologi Penangkapan Abdul Basith Usai Rapat Perencanaan Peledakan Bom Rakitan Saat Aksi Mujahid 212

    Megapolitan
    Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

    Survei Median: 24 Persen Warga Jakarta Enggan Bekasi Bergabung

    Megapolitan
    Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

    Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

    Megapolitan
    Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

    Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

    Megapolitan
    Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

    Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

    Megapolitan
    Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

    Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

    Megapolitan
    Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

    Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

    Megapolitan
    Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

    Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

    Megapolitan
    Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

    Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

    Megapolitan
    Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

    Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

    Megapolitan
    Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

    Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

    Megapolitan
    Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

    Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

    Megapolitan
    Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

    Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X