Mulai Oktober Tak Ada Penumpang Berdiri

Kompas.com - 21/09/2011, 21:03 WIB
EditorMarcus Suprihadi

PURWOKERTO, KOMPAS.com- Guna meningkatkan pelayanan terhadap penumpang, mulai 1 Oktober 2011 PT Kereta Api Indonesia akan membatasi penumpang sesuai jumlah tempat duduk. Kebijakan ini diberlakukan untuk semua kelas kereta api jarak jauh, baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi. Dengan demikian, tidak akan ada lagi penumpang berdiri di kereta.

Manajer Humas PT KA Daerah Operasional V Purwokerto, Surono, Rabu (21/9/2011), mengatakan, semua tiket yang dijual mulai bulan depan akan dilengkapi nomor tempat duduk. "Kapasitas maksimum penumpang sesuai dengan jumlah tempat duduk yang tersedia di masing-masing kereta (okupansi 100 persen)," terangnya.

Untuk kelas eksekutif misalnya, kapasitas penumpang 50 tempat duduk, kelas bisnis 62 tempat duduk, ekonomi komersial (ekonomi AC) kapasitas penumpang 80 tempat duduk dan kelas ekonomi dengan kapasitas 106 tempat duduk per kereta.

Dengan penerapan kapasitas 100 persen dari tempat duduk ini, diharapkan kenyamanan dan keamanan penumpang meningkat.

Selain itu, pemesanan tiket untuk KA Komersial (eksekutif, bisnis, dan ekonomi AC) akan dilayani 40 hari sebelum hari keberangkatan (H-40). Sedangkan untuk KA Ekonomi dilayani 7 hari sebelum hari keberangkatan (H-7) di semua stasiun yang sudah dilengkapi on line ticketing lengkap dengan nomor tempat duduk.

Dengan kebijakan ini diharapkan masyarakat membiasakan diri memesan tiket jauh hari sebelum keberangkatan, dan tidak mengandalkan pembelian langsung pada hari H karena kapasitas tempat duduk yang terbatas.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

Megapolitan
UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

Megapolitan
PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

[UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

Megapolitan
Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Megapolitan
UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

Megapolitan
Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

Megapolitan
Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Tempat Karaoke hingga Spa Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Nilai Pemkot Bekasi Tergesa-gesa

Tempat Karaoke hingga Spa Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Nilai Pemkot Bekasi Tergesa-gesa

Megapolitan
PSBB Transisi, Anak-anak dan Ibu Hamil Dilarang Masuk Monas

PSBB Transisi, Anak-anak dan Ibu Hamil Dilarang Masuk Monas

Megapolitan
1.600 Warga Pondok Aren yang Belum Dapat Bantuan Terima Sembako dari Kemensos

1.600 Warga Pondok Aren yang Belum Dapat Bantuan Terima Sembako dari Kemensos

Megapolitan
Operasional Transportasi Umum Dibatasi Saat PSBB Transisi di Jakarta, Ini Jadwalnya

Operasional Transportasi Umum Dibatasi Saat PSBB Transisi di Jakarta, Ini Jadwalnya

Megapolitan
Ojol Boleh Beroperasi Mulai 8 Juni, Pengemudi Wajib Pakai Atribut dan Masker

Ojol Boleh Beroperasi Mulai 8 Juni, Pengemudi Wajib Pakai Atribut dan Masker

Megapolitan
PSBB Transisi Jakarta, Aturan Ganjil Genap Tak Berlaku bagi Ojol

PSBB Transisi Jakarta, Aturan Ganjil Genap Tak Berlaku bagi Ojol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X