YLKI Siap Awasi Ganti Rugi Pulsa Pengguna

Kompas.com - 18/10/2011, 15:04 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah mengeluarkan instruksi kepada operator telekomunikasi untuk mengganti kerugian pulsa pengguna. Atas dasar itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berjanji akan turut mengawasi proses tersebut.

"Kami akan ikut mengawasi ganti rugi pulsa pelanggan oleh pihak operator, baik mekanisme maupun prosesnya sesuai dengan instruksi BRTI," kata Tulus Abadi, anggota Pengurus Harian YLKI kepada wartawan di Kantor YLKI, Pancoran Barat, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2011).

BRTI telah mengeluarkan Surat Edaran yang memerintahkan operator telekomunikasi untuk mengganti kerugian pulsa yang dialami pengguna. Poin tiga surat edaran bernomor 177/8 RTI/K/ 2011 itu meminta operator menyediakan data rekapitulasi pulsa pelanggan yang terpotong akibat layanan pesan premium. Sementara poin keempatnya mencantumkan keharusan operator seluler untuk mengembalikan pulsa pengguna yang menjadi korban SMS yang mampu menyedot pulsa itu.

Pada poin kelima, BRTI mewajibkan operator melaporkan secara tertulis dan berkala. Laporan tersebut sudah harus diterima pihak BRTI mulai Rabu, 19 Oktober 2011, besok. Selanjutnya, laporan operator akan diterima BRTI setiap hari Rabu hingga tanggal 31 Desember 2011 .

"Poin ketiga dan keempat yang akan menjadi fokus perhatian kami," kata Tulus. Pasalnya, BRTI belum menjelaskan mekanisme dan proses pengembalian pulsa secara jelas.

YLKI bersama Indonesia Telecommunications Users Group (IDTUG) dan YLBHI akan membentuk tim pengawas independen guna menilik keseriusan BRTI dan operator telekomunikasi menindaklanjuti surat edaran tesebut.

"Bagaimana mengukur potensi kerugian akibat berkurangnya pulsa,bagaimana pengawasan terhadap pengembalian pulsa, bagaimana mekanisme pengembalian? Bagaimana kalau kartu perdananya telah mati (burned) atau orangnya telah meninggal?" urai Tulus merinci poin-poin yang akan diawasi pihaknya.

Surat Edaran yang ditandatangani Dirjen Penyelenggara Pos dan Informasi sekaligus Ketua BRTI Syukri Batubara itu berisi beberapa soal pokok terkait aduan hilangnya pulsa pengguna akibat diaktifkannya layanan pesan premium yang disodorkan melalui SMS. Selain menganti kerugian pelanggan, operator juga diminta untuk menghentikan pengiriman pesan premium dan melakukan deaktivasi atau unregistrasi layanan tesebut.

Sepuluh operator yang dituju surat edaran tersebut adalah, PT Bakrie Telecom, PT Hutchison CP Telecommunication, PT Indosat, PT Mobile-8 Telecom, PT Natrindo Telepon Seluler, PT Sampurna Telecommunication Indonesia, PT Telkom, PT Telkomsel, dan PT XL Axiata.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

    Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

    Megapolitan
    UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

    UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

    Megapolitan
    Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

    Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

    Megapolitan
    Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

    Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

    Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

    Megapolitan
    5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

    5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

    Megapolitan
    Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

    Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

    Megapolitan
    Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

    Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

    Megapolitan
    Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

    Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

    Megapolitan
    Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

    Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

    Megapolitan
    Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

    Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

    Megapolitan
    Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

    Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

    Megapolitan
    30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

    30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

    Megapolitan
    Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

    Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X