Ini Rute Perjalanan KRL yang Terganggu

Kompas.com - 20/10/2011, 14:03 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Akibat perbaikan gardu listrik di beberapa titik, sebanyak 29 rute perjalanan kereta rel listrik Bogor-Jakarta dibatalkan. Pengurangan ini berlaku selama 45 hari, terhitung dari 19 Oktober 2011 hingga 29 November 2011.

"Perbaikan ini hanya sementara. Tujuannya juga untuk peningkatan pelayanan ke depannya," kata Kepala Humas Daop I PT KAI Jakarta Mateta Rizalulhaq ketika dihubungi wartawan, Kamis (20/10/2011).

Adapun tiga gardu listrik yang diperbaiki tersebut adalah gardu listrik Citayam, Cilebut, dan Kedung Badak. Selama perbaikan ini, masyarakat pengguna KRL diharap dapat menggunakan alternatif angkutan lain.

"Sudah jelas itu, selama perbaikan ini tolong gunakan angkutan lain," ungkap Mateta.

Berikut rute perjalanan KRL yang terganggu lantaran perbaikan gardu listrik, yaitu lima kereta api jurusan Bogor-Jakarta, dengan rincian dua KRL ekonomi dan tiga KRL Commuterline. Perjalanan rute Jakarta-Bogor dikurangi sebanyak empat perjalananan untuk satu KRL ekonomi dan tiga KRL Commuterline.

Selanjutnya sembilan perjalanan jurusan Bogor-Depok dengan rincian tiga KRL ekonomi dan enam KRL Commuterline. Selain itu, sepuluh perjalanan untuk rute Depok-Bogor juga berkurang dengan rincian empat KRL ekonomi dan enam KRL Commuterline.

Sementara itu, jumlah perjalanan rute Jakarta-Depok berkurang satu perjalanan KRL ekonomi. Perbaikan tiga gardu tersebut memakan waktu 45 hari dengan asumsi 15 hari per satu gardu. Perbaikan gardu listrik Kedung Badak akan dilakukan pada 19 Oktober hingga 31 Oktober, gardu listrik Cilebut pada 3 November hingga 15 November, dan gardu listrik Citayam pada 17 November hingga 29 November.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X