Banding, Hukuman Ba'asyir Dikurangi Enam Tahun

Kompas.com - 26/10/2011, 18:51 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Masa hukuman terdakwa kasus terorisme, Abubakar Ba'asyir, dikurangi enam tahun menjadi sembilan tahun penjara. Pengurangan hukuman tersebut merupakan hasil putusan banding Ba'asyir di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Kami belum dapat salinan resmi dari Pengadilan Tinggi, tetapi informasi informalnya diputus sembilan tahun," kata kuasa hukum Ba'asyir, Mahendradatta, saat dihubungi wartawan, Rabu (26/10/2011).

Menurut Mahendra, pihaknya belum puas dengan hasil banding tersebut. Hal ini disebabkan hakim hanya mempertimbangkan alasan kemanusiaan, bukan berdasarkan fakta hukum. "Kami sebenarnya lebih memandang perlunya hakim menghukum berdasarkan fakta hukum," ujar Mahendra.

Dia juga mengatakan, pihak kuasa hukum akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Ia menilai, pengadilan masih takut memberikan keputusan bebas untuk Ba'asyir. Ia berpendapat fakta hukum yang digunakan hakim pengadilan negeri tidak mendukung karena memeriksa saksi melalui telekonferensi.

Juru bicara Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Ahmad Sobari, membenarkan hasil banding yang meringankan hukuman untuk Ba'asyir tersebut. Namun, dia menolak menjelaskan lebih detail mengenai putusan tersebut karena ada hakim anggota yang belum menandatangani amar putusan. Putusan banding Ba'asyir itu bernomor 332/Pid/2011/PT.DK dan diteken pada 20 Oktober oleh majelis hakim yang terdiri atas M Jusran Thawab, Widodo, dan Chaidir.

Pertengahan Juni tahun ini, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diketuai Herri Swantoro menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ba'asyir karena dianggap terbukti melakukan tindak pidana terorisme terkait pelatihan militer di Pegunungan Jantho, Aceh Besar. Amir Jamaah Anshorut Tauhid itu dianggap melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dalam dakwaan subsider.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Kinerja, Grab Berangkatkan Mitra Pengemudi Terpilih ke Tanah Suci

Apresiasi Kinerja, Grab Berangkatkan Mitra Pengemudi Terpilih ke Tanah Suci

Megapolitan
Pembobolan ATM Bank Swasta oleh Oknum Satpol PP, Anies: Usut Tuntas Kasusnya

Pembobolan ATM Bank Swasta oleh Oknum Satpol PP, Anies: Usut Tuntas Kasusnya

Megapolitan
Kota Tangerang Kembali Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kemendagri

Kota Tangerang Kembali Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kemendagri

Megapolitan
Pemkot Jakpus Janji Sosialisasikan Pemindahan PKL Senen ke Pasar Kenari

Pemkot Jakpus Janji Sosialisasikan Pemindahan PKL Senen ke Pasar Kenari

Megapolitan
Dua Sanksi Menanti Pelanggar Jalur Sepeda, Bayar Denda hingga Pidana Kurungan

Dua Sanksi Menanti Pelanggar Jalur Sepeda, Bayar Denda hingga Pidana Kurungan

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Truk di Serpong

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Truk di Serpong

Megapolitan
Buruh Bangunan Kaget Namanya Dipakai Kepemilikan Mobil Rolls Royce Phantom

Buruh Bangunan Kaget Namanya Dipakai Kepemilikan Mobil Rolls Royce Phantom

Megapolitan
Keluarga Sebut Tersangka Kasus Bendera Bintang Kejora Sedang Sakit Saat Dilimpahkan

Keluarga Sebut Tersangka Kasus Bendera Bintang Kejora Sedang Sakit Saat Dilimpahkan

Megapolitan
Istri Surya Anta Pastikan Suaminya Ditahan di Ruang Isolasi Mako Brimob

Istri Surya Anta Pastikan Suaminya Ditahan di Ruang Isolasi Mako Brimob

Megapolitan
Antisipasi DBD Saat Musim Hujan, PMI Tangsel Jaga Ketersediaan Stok Trombosit

Antisipasi DBD Saat Musim Hujan, PMI Tangsel Jaga Ketersediaan Stok Trombosit

Megapolitan
Gerindra Ajukan 4 Cawagub DKI, Seperti Apa Rekam Jejaknya?

Gerindra Ajukan 4 Cawagub DKI, Seperti Apa Rekam Jejaknya?

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak 1.488 WNA Masuk Indonesia, Terbanyak dari India

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak 1.488 WNA Masuk Indonesia, Terbanyak dari India

Megapolitan
WNA Penyelundup Narkoba Terafiliasi Jaringan di Empat Negara

WNA Penyelundup Narkoba Terafiliasi Jaringan di Empat Negara

Megapolitan
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede

Megapolitan
Camat Mengaku Sempat Ajak Warga Sunter Agung Tinjau Lokasi Usaha Baru, tetapi...

Camat Mengaku Sempat Ajak Warga Sunter Agung Tinjau Lokasi Usaha Baru, tetapi...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X