Sedikitnya 1,4 Kuintal Paku Ditebar

Kompas.com - 01/11/2011, 10:49 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam tiga bulan terakhir, sedikitnya 1,4 kuintal paku bertebaran di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Paku-paku yang sengaja ditebarkan di jalanan itu berhasil dikumpulkan delapan sukarelawan penyapu ranjau paku dari berbagai kalangan yang peduli terhadap keselamatan warga.

Sukarelawan yang tergabung dalam Saber Community, yang berdiri sejak 5 Agustus 2011, itu setidaknya bisa menyelamatkan 320.000 orang. Jumlah itu diasumsikan, terdapat rata-rata 80 paku berbagai ukuran dalam seperempat kilogram paku. Jika satu paku mengenai satu kendaraan, maka ratusan ribu orang itu bisa terhindar dari bahaya dan kerugian.

Saber Community (Saber singkatan dari Sapu Bersih Ranjau Paku) mendapatkan bantuan dan penghargaan dari Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin, Senin (31/10/2011).

”Ada jaket, masker, senter, dan sarung tangan yang diberikan untuk operasi ranjau paku,” ujar Abdul Rohim (42), sukarelawan Saber Community.

Di rumahnya, yang juga markas sukarelawan, di Pedongkelan, RT 10 RW 13, Cengkareng Timur, Rohim menuturkan, dia sudah dua tahun terakhir membersihkan jalanan dari ranjau paku.

”Awalnya saya sering lihat banyak paku di jalan waktu berangkat atau pulang kerja. Iseng saja saya punguti. Makin hari makin banyak dan ada terus. Sepertinya sudah tidak wajar. Mobil bos saya sudah beberapa kali kena paku itu,” ujar Rohim, yang bekerja sebagai sopir.

Dari memunguti paku dengan tangan, dia lalu menggunakan magnet tempelan kulkas. Kini ada magnet bulat besar pemberian sopir bus kopaja dan magnet persegi panjang untuk membersihkan paku dari jalanan. Sudah ada delapan anggota tetap dan 15 simpatisan yang turut dalam kegiatan Saber Community.

Penuh risiko

Mereka menyapu ranjau paku di sekitar Jalan Daan Mogot, Roxy, Cideng, depan Istana Merdeka, Harmoni, Senen, dan Cempaka Putih. Selepas subuh, Rohim dan kawan-kawan menyapu ranjau paku hingga pukul 07.00. Malam hari, mereka bergerak pukul 19.00-24.00. ”Tidak sampai sebulan, kami sudah dapat 34 kilogram paku,” ujar Rohim.

Kegiatan itu bukan tanpa risiko. Ada ancaman yang mengintai. Saat memunguti paku, pernah ada pengendara yang mau menendang Rohim. Ada juga orang bersepeda motor yang tiba-tiba sengaja hendak menabrak dia. Yang tidak wajar, menurut Rohim, sepanjang Grogol-Harmoni yang cuma dua kilometer terdapat 25 jasa tambal ban.

”Saya tidak takut. Kasihan, kan, orang kalau malam-malam atau hujan ban kendaraannya kempes kena paku. Sering kali mereka harus ganti ban dalam yang harganya mahal,” kata Rohim.

Wali Kota Jakarta Barat menyatakan dukungannya bagi Saber Community dan menyampaikan penghargaan atas jerih payah mereka. ”Saya pun heran bisa sampai ada paku sebanyak itu di jalan,” kata Burhanuddin. (FRO)

 

Baca tentang


    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

    369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

    Megapolitan
    Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda Demi Keselamatan Rakyat

    Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda Demi Keselamatan Rakyat

    Megapolitan
    RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

    RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

    Megapolitan
    Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

    Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

    Megapolitan
    Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

    Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

    Megapolitan
    Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

    Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

    Megapolitan
    26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

    26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

    Megapolitan
    RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

    RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

    Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

    Megapolitan
    Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

    Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

    Megapolitan
    Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

    Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

    Megapolitan
    Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

    Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

    Megapolitan
    Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

    Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

    Megapolitan
    PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

    PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

    Megapolitan
    Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

    Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X