KBRI Tokyo Minta Laporan Perkembangan Pembangunan MRT

Kompas.com - 09/11/2011, 09:53 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

TOKYO, KOMPAS.com — Duta Besar Indonesia untuk Jepang Muhamad Lutfi mendukung pembangunan mass rapid transit (MRT) Lebakbulus-Bundaran Hotel Indonesia untuk mengurangi problem kemacetan di Jakarta. Bahkan ia meminta agar diberikan laporan perkembangan pembangunan MRT yang didanai JICA.

Wartawan Kompas Budiman Tanuredjo melaporkan pertemuan Lutfi dengan jajaran direksi PT MRT Jakarta dan sejumlah wartawan Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Rabu (9/11/2011). Dalam pertemuan itu Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo melaporkan perkembangan rencana pembangunan proyek MRT senilai Rp 25 triliun. "Komitmen yang sudah ditandatangani Rp 13 triliun," kata Tribudi.

Tribudi mengemukakan, pembangunan dengan bantuan JICA memang bunganya rendah, namun persyaratannya ketat, termasuk keharusan perusahaan Jepang ikut serta dalam setiap kontrak pembangunan itu. "Setiap perkembangan proyek membutuhkan persetujuan dari peminjam, yang kadang membutuhkan waktu dan bisa mundur dari jadwal," kata Tribudi.

Menanggapi problematika itu, Lutfi meminta agar laporan perkembangan pembangunan MRT, khususnya berkaitan dengan hubungannya dengan Jepang diberikan laporan agar KBRI bisa ikut memantau perkembangan pembangunan MRT itu. "Kalau ada yang mandek, kita bisa bantu untuk memantau," ujar Lutfi.

Lutfi yang pernah menjabat Kepala Badan Koordinasi Pasar Modal itu mendukung pembangunan MRT dengan bantuan Jepang. "Lebih baik itu diteruskan agar kita mempunyai MRT untuk mengurangi kemacetan di Jakarta," kata Lutfi.

Tribudi menjanjikan akan memberi laporan kepada KBRI dalam proyek MRT tersebut.

Pembangunan MRT tahap pertama dari Lebakbulus-Bundaran HI dan selanjutnya diteruskan dengan Bundaran HI-Kampung Bandan. Pihak Jepang juga menawari untuk pembangunan jalur Timur-Barat, namun itu belum diputuskan dari mana dana itu akan didapat. Pembangunan MRT Lebakbulus-Bundaran HI diharapkan selesai pada tahun 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.