Prakualifikasi Tender MRT Segera Turun

Kompas.com - 10/11/2011, 02:58 WIB
Editor

Tokyo, Kompas - Persetujuan Japan International Cooperation Agency untuk pekerjaan konstruksi sipil pembangunan mass rapid transit Jakarta diharapkan segera turun. JICA memilih berhati-hati untuk memberikan persetujuan soal itu.

Demikian terungkap dalam pertemuan jajaran direksi PT MRT Jakarta yang dipimpin Direktur Utama PT MRT Tribudi Rahardjo dengan jajaran JICA di Tokyo, Jepang, Rabu (9/11), seperti dilaporkan wartawan Kompas Budiman Tanuredjo.

Hadir juga Sekretaris Korporat PT MRT Eddi Santosa, Danang Parikesit dan Agus Pambagio dari Masyarakat Transportasi Indonesia, serta sejumlah wartawan. ”Kelambatan itu menyangkut teknis sebab JICA ingin berhati-hati dalam pemeriksaan dokumen tender,” kata Hayakawa Yuho, Direktur Asia Divisi I Indonesia JICA.

Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Indonesia di Jepang Muhammad Lutfi meminta Kedutaan Besar RI (KBRI) diberi laporan terkait perkembangan rencana pembangunan MRT Lebakbulus-Bundaran Hotel Indonesia.

Pembangunan MRT tahap pertama sepanjang 15,2 kilometer dengan total anggaran 157 miliar yen dari Lebakkbulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Porsi JICA sebesar 84 persen dari biaya proyek. Sebanyak 50,1 miliar yen sudah merupakan dana yang disiapkan.

Persetujuan prakualifikasi tender pekerjaan sipil itu penting untuk bisa melangkah ke tahap berikut. Menurut Tribudi, hampir semua BUMN ikut dalam prakualifikasi tender itu.

Pembangunan dengan bantuan JICA memang bunganya rendah, tetapi persyaratannya ketat, termasuk keharusan perusahaan Jepang ikut serta dalam setiap kontrak pembangunan itu. ”Setiap perkembangan proyek membutuhkan persetujuan dari peminjam yang kadang membutuhkan waktu dan bisa mundur dari jadwal,” kata Tribudi. Terkait dengan tertundanya persetujuan JICA soal prakualifikasi tender, Tribudi menyatakan, masih bisa diatasi dengan percepatan pembangunan konstruksi sipil.

Menanggapi keterlambatan itu, Lutfi menjanjikan akan memantaunya.

Lutfi, yang pernah menjabat Kepala Badan Koordinasi Pasar Modal, kemudian mengutus M Abas Ridwan dari KBRI untuk menemani direksi PT MRT Jakarta bertemu dengan JICA.

MRT tahap pertama Lebakbulus-Bundaran HI direncanakan bisa dioperasikan pada 2016. Selanjutnya, diteruskan dengan Bundaran HI-Kampung Bandan sepanjang 7,8 kilometer dengan total proyek sekitar 133 miliar yen.

Proses pembebasan lahan untuk MRT tahap pertama diharapkan selesai pada Maret 2012. ”Itu tanggung jawab Provinsi Jakarta,” kata Tribudi.

Menurut Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit, kesuksesan MRT mengurangi kemacetan di Jakarta sangat ditentukan kesiapan pemerintah menyediakan bus pengumpan ke stasiun MRT.

Bagi JICA, proyek pembangunan MRT Jakarta sangat penting dan proyek simbolis bagi kerja sama JICA dengan Indonesia ke depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.