Dukun Beranak Dilarang Beroperasi di Cilegon

Kompas.com - 10/11/2011, 06:35 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

CILEGON, KOMPAS.com — Dukun beranak dilarang beroperasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten, karena dinilai tidak tepat menangani persalinan.

"Larangan ini juga sesuai dengan UU tentang Kesehatan dan peraturan yang telah dikeluarkan Menteri Kesehatan. Yang melanggar akan diancam penjara selama lima tahun," kata Kepala Puskesmas Grogol, Kota Cilegon, Ira Yulistikasari, Rabu (9/11/2011).

"Data di kami ada 11 dukun beranak yang tercatat di Kecamatan Grogol, dan kami telah lakukan sosialisasi kepada mereka untuk menghentikan kegiatannya, dan menolak jika diminta oleh warga untuk mengurus proses persalinan," ujarnya.

Ia juga berharap agar warga meminta bantuan bidan dan tenaga medis dalam persalinan.


Sementara itu, salah seorang dukun beranak yang ikut dalam sosialisasi tersebut, Humanah, mengaku akan mengikuti apa yang telah disampaikan oleh pihak puskesmas.  "Saya akan ikuti saja, apa yang disampaikan oleh ibu-ibu dan bapak-bapak di puskesmas tadi. Kalau memang saya tidak boleh beroperasi, yah saya nurut saja daripada saya masuk penjara selama lima tahun," katanya.

Hadir dalam acara sosialisasi tersebut, antara lain, Camat Grogol Hayati Nufus, unsur muspika, dan perwakilan Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Grogol.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X