Hari Ini 1.000 Pasangan Menikah pada 11-11-11

Kompas.com - 11/11/2011, 10:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski bukan hari libur, rupanya banyak calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahannya pada Jumat (11/11/2011) ini. Hari ini sepertinya memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki tanggal, bulan, dan tahun pada bilangan angka 11. Di Ibu Kota, pada hari ini, setidaknya ada 1.000 pasang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan.

Tidak hanya itu, hari ini, rencananya beberapa pasang calon pengantin juga akan melangsungkan akad nikah tepat pukul 11.00. Sekitar 200 pasang calon pengantin tercatat akan mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu pada jam tersebut.

Kepala Seksi Kepenghuluan Bidang Urais Kementerian Agama Kanwil DKI M Habib memperkirakan, jumlah calon pengantin yang akan menikah pada hari ini 1.000 pasang.

"Biasanya, setiap penghulu melakukan tugasnya di setiap akad selama satu jam hingga satu setengah jam. Bila mulai dari jam tujuh pagi sampai jam sebelas siang, maka sudah ada seribu calon pengantin. Kalau untuk sore jarang, walaupun mungkin ada," ujar Habib, Kamis (10/11/2011).

Untuk melayani pasangan calon pengantin yang akan menikah hari ini, pihaknya mengerahkan 200 penghulu, yang tersebar di 44 kantor urusan agama di Jakarta. Diperkirakan, satu pengulu akan menikahkan lima pasang calon pengantin.

Menurut Habib, banyaknya pasangan calon pengantin yang menikah di tanggal unik tersebut karena pernikahan merupakan satu momen yang penting bagi setiap orang. Sehingga setiap pasang calon ingin melakukannya di waktu yang menurut mereka unik.

Kelurahan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kelurahan Cakung, Jakarta Timur, serta Pasar Minggu dan Kebayoran Lama di Jakarta Selatan, Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat, serta Kelurahan Tanjung Priok dan Cilincing, Jakarta Utara, merupakan wilayah dengan angka permohonan pernikahan cukup tinggi.

Bahkan menurut Habib, di Kelurahan Tanah Abang, para penghulu memutuskan untuk menginap di Kantor Urusan Agama (KUA). “Itu dikarenakan ada pasangan calon pengantin yang akan ijab kabul pada pukul 05.00, atau pukul 06.00," ujarnya.

Dia memperkirakan, tidak tertutup kemungkinan hal yang sama juga terjadi di wilayah lain. Untuk menghadapi meningkatnya jumlah orang yang menikah pada tanggal tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa KUA.

Banyaknya pernikahan yang dilangsungkan di tanggal unik tersebut, beberapa tempat yang biasa digunakan untuk melangsungkan pernikahan terpaksa menolak calon pasangan pengantin karena jadwalnya sudah penuh. Hal itu terjadi di Masjid Sunda Kelapa, di Menteng, dan Gedung Al-Azhar, yang harus menolak 20 pasang yang berniat melangsungkan pernikahan di kedua tempat tersebut.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHertanto Soebijoto
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Terkini Lainnya

    Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

    Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

    Megapolitan
    Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

    Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

    Megapolitan
    Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

    Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

    Megapolitan
    Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

    Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

    Megapolitan
    Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

    Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

    Megapolitan
    SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

    SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

    Megapolitan
    Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

    Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

    Megapolitan
    Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

    Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

    Megapolitan
    Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

    Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

    Megapolitan
    Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

    Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

    Megapolitan
    10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

    10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

    Megapolitan
    Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

    Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

    Megapolitan
    Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

    Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

    Megapolitan
    SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

    SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

    Megapolitan
    Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

    Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

    Megapolitan
    Close Ads X