Impor Daging Sapi Dipangkas Separuh

Kompas.com - 16/12/2011, 02:49 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pemerintah memutuskan mengurangi volume impor daging sapi dan sapi bakalan secara drastis tahun 2012, dari semula 35 persen dari total kebutuhan daging sapi nasional menjadi 17,5 persen. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan jumlah pemotongan sapi lokal.

Para peternak sapi menyambut gembira kebijakan itu. Namun, perusahaan penggemukan sapi mengeluhkan masih besarnya persoalan terkait distribusi dan transportasi sapi dari daerah produsen ke konsumen.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano, Kamis (15/12), di Jakarta, mengatakan, sebagai konsekuensi dari pengurangan impor sapi bakalan, perusahaan penggemukan harus membeli sapi lokal lebih banyak agar investasi tetap menguntungkan.

Kendala utama, sapi tersebut ada di tangan masyarakat dan tersebar di sejumlah daerah sentra produksi sapi, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur. Distribusi dan transportasi sapi menjadi masalah sehingga harganya tidak kompetitif.

Belum lagi sapi oleh masyarakat dianggap sebagai tabungan atau raja kaya di mana masyarakat akan menjual sapinya kalau benar-benar butuh dana segar.

Apfindo mengusulkan agar impor daging sapi, baik dalam bentuk daging maupun sapi bakalan, sebanyak 340.000 ton. Dengan kebutuhan nasional 484.000 ton, masih perlu impor 144.000 ton sehingga penurunan tidak begitu drastis. Meski menyayangkan, Apfindo menerima kebijakan itu sambil menunggu evaluasi tiga bulan ke depan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan, penurunan impor daging sapi secara drastis tahun depan tidak akan berdampak pada pengurasan populasi sapi nasional. ”Kami telah memperhitungkan betul dampaknya. Kami juga memberi toleransi 20 persen dari kemampuan produksi dalam negeri,” katanya.

Dengan demikian, populasi sapi nasional tetap aman sekalipun jumlah sapi yang dipotong bakal meningkat jumlahnya. Bahkan, tahun 2013 dan 2014 volume impor akan ditekan lagi berturut-turut menjadi 13 persen dan 9,2 persen.

Sensus BPS 2010 menunjukkan populasi sapi nasional 14,8 juta ekor, jauh di atas perkiraan sebelumnya yang hanya 12,6 juta ekor. Mengacu pada hasil sensus, Kementerian Pertanian, berdasarkan keputusan Rapat Koordinasi Menko Perekonomian, memangkas alokasi impor daging sapi 2012 menjadi 85.000 ton atau 17,5 persen dari total kebutuhan daging sapi nasional. (MAS)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.