Charlie: Produk Apple Tidak Seperti Itu

Kompas.com - 21/12/2011, 14:54 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Charlie Mangapul Sianipar, terdakwa dalam kasus penjualan iPad, menerangkan, sertifikasi dan petunjuk penggunaan (manual) iPad berformat digital telah tersedia di dalam produk Apple itu. Karena itu, dia menolak bila dianggap memperdagangkan barang tanpa sertifikasi dan manual berbahasa Indonesia, meski hal itu tidak bisa ditunjukkan secara fisik dalam lembaran kertas.

"Kalau ada yang menunjukkan itu dalam bentuk kertas, itu tidak benar. Produk Apple tidak seperti itu," kata Charlie saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2011).

Hal itu dikemukakan terdakwa untuk menanggapi pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samadi Budisayam soal kelengkapan sertifikasi dan manual yang menjadi persyaratan dalam jual-beli barang elektronik. Di persidangan, Charlie menjelaskan, kepada konsumen, dia hanya menunjukkan format demo iPad, yang di dalamnya sudah tersedia contoh sertifikasi dan manual yang berbahasa Indonesia.

"Apakah Saudara punya surat izin edar?" tanya JPU. Terdakwa menjawab, dia tidak pernah mengetahui perlunya izin edar dalam menjualbelikan barang elektronik.

Menanggapi pertanyaan serupa yang dilontarkan Ketua Majelis Hakim Yonisman, terdakwa juga mengaku sebagai pedagang elektronik dia tidak pernah diterangkan oleh instansi pemerintah terkait soal prosedur penjualan atau pun diberi penyuluhan mengenai peraturan perdagangan barang elektronik.

"Tidak pernah ada. Saya baru tahu setelah ada kasus ini," kata Charlie.

Terdakwa menjelaskan, sejak tahun 1990 dia telah menjadi pedagang barang elektronik. Hingga saat ini, belum pernah ada aduan konsumen terkait produk-produk yang dijualnya. iPad sendiri mulai dijual sejak Oktober 2010.

"Saya mencari lewat internet. Ada komunitas penjual yang dagangkan barang secara online," urai Charlie.

Dia lantas memesan 30 unit iPad setelah menyeleksi tawaran harga yang paling murah. Mengenai posisinya dalam perdagangan iPad, Charlie menolak jika disebut sebagai distributor.

"Saya perseorangan (tanpa badan hukum)," jawab Charlie.

Dia menerangkan, pihak Apple sendiri tidak pernah melarang penjualan barang oleh orang perorangan. Kasus Charlie berawal pada 2 November 2010, saat Charlie dikunjungi dua ibu yang hendak membeli iPad.  Charlie lantas mendemonstrasikan petunjuk pemakaian dan fungsi perangkat.

Namun tiba-tiba, seorang polisi menangkap dan menyita barang bukti berupa 14 unit iPad. Charlie tidak ditahan, namun 14 unit iPad seharga Rp 9 juta per unit disita polisi. Dalam persidangan pertama, Charlie dijerat Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) huruf j UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Jaksa juga menjerat Charlie dengan Pasal 52 jo. Pasal 32 Ayat (1) UU RI No. 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.