Komnas HAM Kembali Tinjau Korban Banjir

Kompas.com - 28/12/2011, 16:29 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali meninjau permukiman warga korban banjir di Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (28/12/2011). Peninjauan dilakukan setelah kemarin rencana pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta batal dilaksanakan.

"Permukiman warga masih terendam. Tapi sudah ada langkah dari dinas pekerjaan umum untuk atasi banjir," kata Komisioner Komnas HAM Syafruddin Ngulma Simeuleu saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Rabu (28/12/2011).

Dia menjelaskan, dari sisi teknis, Pemprov DKI telah menunjukkan upaya penanganan. Di sepanjang gorong-gorong yang dianggap sebagai penghambat aliran Kali Krukut, dinas PU membangun saluran baru selebar 2-3 meter. "Katanya, dalam dua minggu saluran baru bisa selesai," tutur Syafruddin menjelaskan janji dinas PU.

Ketua Subkomisi Mediasi Komnas HAM mengungkapkan, warga Kampung Pulo menerima baik upaya dinas PU asalkan janji pengerjaan dalam waktu dua minggu benar-benar direalisasikan. Dalam peninjauan ke lokasi banjir yang dimulai pukul 11.00 tadi, Komnas HAM bertemu dengan warga serta mengadakan dialog dengan perwakilan dinas PU dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane.

Itu merupakan kunjungan kedua setelah sebelumnya Komnas HAM mengelilingi lima RT di RW 03 Kampung Pulo dan melihat langsung alur Kali Krukut di lokasi banjir pada Selasa (22/11/2011). Syafruddin menjelaskan, situasi permukiman warga masih tetap rawan banjir.

"Semuanya (lima RT di RW 03 Kampung Pulo) masih terendam, terutama RT 11 yang paling parah," kata Syafruddin menjelaskan situasi terkini.

Dia berharap situasi akan berubah dengan selesainya semua proyek dinas PU di Kampung Pulo, termasuk pembangunan waduk dan tanggul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.