Tak Benar Es Krim Bikin Batuk

Kompas.com - 10/01/2012, 19:25 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Es krim merupakan jajanan yang banyak disukai masyarakat, terutama anak-anak. Masalahnya, banyak orangtua yang melarang anak-anaknya menyantap es krim karena khawatir menyebabkan anak batuk atau pilek. Padahal, es krim pada dasarnya terbuat dari susu sapi, santan, gula, dan perisa, misalnya ekstrak buah-buahan.

"Karena terbuat dari susu dan bahan alami lainnya, sebenarnya es krim memiliki nilai dan kandungan gizi yang cukup banyak di dalamnya, seperti serat, karbohidrat, vitamin C, dan lainnya," ungkap Chef Sandra Djohan kepada Kompas Female, usai acara "Inspirasi Rasa Nusantata bersama Wall's Dung Dung" di Restoran Demang, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2012).

Jika anak lalu menjadi batuk atau pilek setelah makan es krim, sebenarnya penyebabnya bukan es krim itu sendiri. "Es krim yang alami tidak menimbulkan berbagai penyakit, tetapi mungkin karena memang kondisi tubuh si anak yang sedang menurun. Jadi lebih bisa dibilang sebagai pemicu saja, bukan penyebab," tambah chef lulusan Le Cordon Bleu, Paris, ini.

Kandungan es krim seperti susu, santan, gula, dan buah-buahan sendiri sebenarnya bisa melengkapi kadar gizi seseorang, terutama anak-anak. Kandungan protein, karbohidrat, gula, sampai serat yang terkandung dalam buah-buahan membuat es krim menjadi kudapan yang sehat. Kalau sudah begini, paling-paling yang perlu Anda hindari adalah melarang anak-anak mengonsumsi es krim sebelum makan. Sebab biasanya, mereka menjadi kenyang sebelum makan nasi, lalu menolak makan. "Sebaiknya es krim disajikan setelah makan. Ini lebih berfungsi sebagai reward untuk mereka, tapi tanpa mengabaikan berbagai manfaat dan gizi mereka," ujarnya.

Ketepatan waktu makan dan takaran es krim untuk anak-anak memang harus diperhatikan. Ketahanan tubuh anak yang cenderung rentan terhadap penyakit dibanding juga perlu dipertimbangkan. "Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Jadi biarkan anak mencoba semua makanan termasuk es krim, namun tetap terkontrol. Sebaiknya es krim diberikan sekitar seminggu dua kali," saran pemilik restoran Epilogue di kawasan Cipete, Jakarta Selatan ini.

Selain itu, sebaiknya orangtua juga berhati-hati untuk memilih es krim, karena sekarang ini banyak beredar es krim yang dibuat asal-asalan, atau es krim dengan banyak kandungan bahan kimia seperti pemanis buatan (seperti aspartam, sakarin), zat pengawet, zat pewarna, dan lain sebagainya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.