Aparat Keamanan Securicor "Tembak" Petugas Transjakarta

Kompas.com - 12/01/2012, 17:14 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepemilikan senjata api ternyata mengakibatkan seseorang menjadi arogan dan bersifat sewenang-wenang. Seorang petugas pengendali jalur khusus bus Transjakarta di Koridor IV (Pulo Gadung-Dukuh Atas 2) menjadi korban tembakan seorang aparat keamanan Securicor.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) DKI Jakarta, M Akbar, membenarkan terjadinya peristiwa yang terjadi pada pukul 08.15 WIB, tadi pagi. Kejadian ini terjadi tepat di jalur busway Jalan Pramuka Raya.

Seorang oknum anggota polisi pengawal mobil Securicor dengan nomor polisi B 1071 TFV jenis Isuzu Panther menodongkan senjata laras panjang dan melepaskan tembakan ke udara kepada petugas bus transjakarta bernama Rocky.

"Mobil Securicor itu dilarang masuk jalur busway. Oknum polisi tersebut keluar dari mobil sambil marah-marah dan kemudian melepaskan tembakan ke udara sekali. Tapi dia sempat mengancam akan membunuh Rocky," kata Akbar, ketika dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Ia mengakui sering terjadi intimidasi pada para petugas pengendali jalur bus Transjakarta agar tidak diterobos oleh kendaraan lain karena akan membahayakan pengendara sendiri.

Namun kali ini, menurut Akbar adalah kejadian intimidasi yang paling parah. "Dari di klakson keras hingga dibentak-bentak pengendara mobil. Tapi yang paling parah ini lah, sampai dilepaskan tembakan," ujar Akbar.

Akbar menambahkan bahwa tindakan Rocky sudah sesuai dengan prosedur yaitu melarang mobil Securicor itu masuk ke dalam jalur busway. Sudah aturannya jika jalur busway tidak boleh dilalui oleh kendaraan bermotor apa pun, kecuali ambulans dan pemadam kebakaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jalur bus Transjakarta boleh dilalui jika ada diskresi polisi lalu lintas dan kondisi jalan dalam situasi yang membutuhkan jalur khusus itu dibuka untuk umum.

Namun saat peristiwa itu terjadi, situasi jalan tidak dalam keadaan mendesak hingga mengharuskan adanya diskresi oleh polisi lalu lintas. "Situasi jalan tadi itu seperti biasa. Lagipula, Securicor kan bukan ambulans atau mobil pemadam kebakaran. Jadi ya tidak boleh melalui jalur tersebut," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.