Program Kandang Observasi Harimau Dimulai

Kompas.com - 13/01/2012, 03:38 WIB
Editor

Pekanbaru, Kompas - Upaya melestarikan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dilakukan dengan berbagai cara. Hari Kamis (12/1), Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Darori dan Managing Director Asia Pulp and Paper Aida Grenbury menandatangani nota kesepahaman pelestarian satwa langka di kawasan konservasi arboretum Pusat Pelatihan Gajah PT Arara Abadi, Kecamatan Minas, Siak.

Acara dilanjutkan pemindahan harimau liar yang tertangkap beberapa waktu lalu di hutan Rimbangbaling, Indragiri Hulu, Riau, ke kandang observasi. Kandang observasi adalah kandang besi berukuran 6 meter x 6 meter dengan tinggi dua meter.

”Kandang observasi merupakan tempat meneliti dan merawat harimau sebelum dilepas ke alam,” ujar Bastoni, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pelestarian Harimau Sumatera.

Harimau di kandang observasi, kata Bastoni, akan diawasi selama 24 jam lewat kamera tersembunyi. ”Dari rekaman itu, kami mempelajari perilaku harimau dari dekat,” kata Bastoni.

Libatkan swasta

Darori mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya konservasi satwa langka. Apalagi, langkah itu melibatkan perusahaan swasta. ”Saya mengapresiasi langkah Asia Pulp and Paper dan Sinar Mas Forestry dalam melestarikan harimau Sumatera. Saya berharap, ada perusahaan swasta membangun klinik hewan di Riau,” kata Darori.

Terkait banyaknya pembunuhan satwa langka, menurut Darori, pemerintah merevisi Undang-Undang No 5/1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Revisi difokuskan pada ancaman hukuman. ”Selama ini banyak pelaku yang terbukti membunuh satwa langka hanya dihukum dua atau tiga bulan. Padahal, ancaman hukumannya penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta. Kami berharap revisi hukuman minimal lima tahun buat pembunuh satwa langka diterima,” ujar Darori. (SAH)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Megapolitan
PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

Megapolitan
IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

Megapolitan
KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X