Berkas Kasus Raafi Dikembalikan ke Penyidik Polrestro Jaksel - Kompas.com

Berkas Kasus Raafi Dikembalikan ke Penyidik Polrestro Jaksel

Kompas.com - 17/01/2012, 16:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menyatakan, status kasus pembunuhan dan pengeroyokan Raafi Aga Winasya Benjamin saat ini adalah P19, yaitu berkas perkara dikembalikan untuk dilengkapi penyidik. Pengembalian berkas ke Polres Metro Jakarta Selatan dilakukan pekan ini.

"Sudah kita kembalikan, status berkasnya P19. Pekan ini dikembalikannya," kata Masyhudi, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Masyhudi mengaku pengembalian berkas dari pihaknya dikarenakan masalah teknis. Ia tidak menjelaskan apakah pengembalian berkas terkait barang bukti berupa alat yang digunakan pelaku untuk membunuh Raafi. "Itu masalah teknis, saya kurang tahu," ucapnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan membenarkan bahwa berkas kasus dugaan penusukan Raafi dikembalikan oleh Kejaksaan Negri Jakarta Selatan. Dengan kata lain berkas tersebut berstatus P19 dari kejaksaan kembali ke Polres Metro Jakarta Selatan yang menanganinya.

"Iya benar, cuma saya belum cek lagi tanggal pastinya dikembalikan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Imam Sugianto.

Alasan dikembalikannya berkas Raafi tersebut, jelasnya, dikarenakan ada kekurangan keterangan. Namun ia membantah kekurangan terletak pada senjata tajam yang digunakan untuk menusuk Raafi. Untuk itu pihaknya berjanji untuk segera memperbaiki berkas agar dapat diproses kembali oleh kejaksaan.

"Biasa ada yang harus dilengkapi lagi. Segera kita tambahi, sekalian yang berkas pengeroyokan," tandasnya. Imam melanjutkan, pihaknya masih menelusuri keberadaan senjata tajam jenis pisau yang digunakan pelaku.

Raafi (17) adalah pelajar SMA Pangudi Luhur yang tewas akibat luka tusuk senjata tajam di bagian perutnya di Shy Rooftop Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu 5 November 2011. Penusukan terjadi setelah sebuah keributan antara kelompok Raafi dan kelompok pelaku.

Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan tujuh tersangka yakni Sher Mohammad Febri Awan, Martoga, Helmi, Fajar, Robie Hatim, Connie, dan Abel. Sebagai pelaku utama, Febri dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 170 KUHP ayat (1) tentang bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang, dan pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang.

Febri terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sementara Martoga, Helmi, Fajar, Abel, Robie Hatim, dan Connie dijerat dengan pasal 170 ayat (1) KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau pasal 55 ayat (1) KUHP. Keenam tersangka ini terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.


EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

Terkini Lainnya

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Nasional
Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Regional
Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Regional
Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Nasional
Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Nasional
Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Nasional
Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Internasional
Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Regional
Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Internasional
Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Nasional
Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Nasional
Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Nasional
Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional
Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Nasional

Close Ads X