Pengemudi Mobil Mengaku Rem Blong

Kompas.com - 22/01/2012, 14:11 WIB
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat penumpang mobil Daihatsu Xenia yang menabrak hingga menewaskan delapan pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (22/1/2012), hanya mengalami memar.

Petugas Laka Lantas dari Polres Jakarta Pusat Bripka Rosyid kepada Tribunnews.com mengatakan, keempat penumpang mobil ini malam sebelum kejadian menghadiri pesta di Hotel Borobudur.

"Kami belum tahu soal mereka di bawah pengaruh alkohol. Kasusnya kini ditangani Polda Metro Jaya. Kalau empat penumpangnya luka-luka memar. Mungkin terbentur kursi," ujar Rosyid.

Menurut Rosyid, perempuan pengemudi mobil itu mengaku kehilangan kendali atas mobil yang dikendarainya. Mobil itu juga tidak sedang dalam kecepatan tinggi. Namun, kata si pengemudi, dia merasa remnya blong. Lantas, ia membanting kemudi ke kiri yang justru menyeruduk sekelompok pejalan kaki.Delapan orang pejalan kaki tewas tertabrak mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu sekitar pukul 11.00 WIB.

Seorang petugas Polsek Metro Gambir Jakarta Pusat, Aiptu Afrizal mengatakan korban pejalan kaki yang tewas tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Berdasarkan informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, empat korban luka lainnya dibawa ke RSPAD.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

    Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

    Megapolitan
    Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

    Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

    Megapolitan
    Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

    Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

    Megapolitan
    Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

    Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

    Megapolitan
    UPDATE: Bertambah 2 Kasus, Total 614 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

    UPDATE: Bertambah 2 Kasus, Total 614 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

    Megapolitan
    Jaga Kerahasiaan, Agen Detektif Wanita Tidak Punya Akun Media Sosial

    Jaga Kerahasiaan, Agen Detektif Wanita Tidak Punya Akun Media Sosial

    Megapolitan
    BPBD Keluarkan Peringatan Potensi Angin Puting Beliung di Jakarta

    BPBD Keluarkan Peringatan Potensi Angin Puting Beliung di Jakarta

    Megapolitan
    Seorang Ibu di Palmerah Melahirkan Sendirian, lalu Mengaku Menemukan Bayi

    Seorang Ibu di Palmerah Melahirkan Sendirian, lalu Mengaku Menemukan Bayi

    Megapolitan
    BKD DKI Janjikan Gaji Ke-13 PNS Akan Dibayar Penuh Agustus

    BKD DKI Janjikan Gaji Ke-13 PNS Akan Dibayar Penuh Agustus

    Megapolitan
    Kronologi dan Fakta Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Alami Kebakaran

    Kronologi dan Fakta Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Alami Kebakaran

    Megapolitan
    Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

    Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

    Megapolitan
    Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

    Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

    Megapolitan
    Sepekan Ganjil Genap, Penumpang Angkutan Umum Naik 6 Persen

    Sepekan Ganjil Genap, Penumpang Angkutan Umum Naik 6 Persen

    Megapolitan
    Fakta Terungkapnya Jaringan Penjual Video Pornografi Anak di Jakarta Barat

    Fakta Terungkapnya Jaringan Penjual Video Pornografi Anak di Jakarta Barat

    Megapolitan
    4 Fakta Penangkapan Dokter Gigi Gadungan di Bekasi

    4 Fakta Penangkapan Dokter Gigi Gadungan di Bekasi

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X