Inilah Nama Korban Kecelakaan Jl Ridwan Rais

Kompas.com - 22/01/2012, 14:35 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Delapan jenasah korban kecelakaan di depan Kantor Pelayanan Pajak, sebelah Kementerian Perdagangan, Jl Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Minggu (22/1), sekitar pukul 11.00 WIB, langsung dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Berikut nama-nama korban yang dihimpun Kompas.com dari kepolisian.

  1. Ujai (15),
  2. Firmansyah (21), 
  3. Suyatmi (51),
  4. Pipit Alfia Fitriasih (18),
  5. Ari (16),
  6. Yusuf Sigit (2,5) dan
  7. Nani Riyanti (25).
  8. Satu jenasah lagi belum teridentifikasi identitasnya.

Sedangkan daftar empat korban kritis yang berada di RSPAD Gatot Subroto adalah,

  1. M. Akbar (22),
  2. Vanny (9),
  3. Indra (11) dan
  4. Siti (30).

Berdasarkan informasi, ada satu korban yang kritis di RSPAD Gatot Subroto, namun belum diketahui jelas identitas korban tersebut.

Sedikitnya delapan orang tewas dan empat lainnya luka usai ditabrak Mobil Xenia Hitam B 2479 XI yang dikendarai Avriyani Susanti (29) bersama 3 penumpang lainnya. Kecelakaan terjadi di depan Kantor Pelayanan Pajak, sebelah Kementerian Perdagangan, Jl Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Minggu (22/1), sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut saksi mata, Andi, sebagian korban sedang berjalan di trotoar usai bermain futsal di lapangan Monas dan sebagian lagi sedang duduk di halte Tugu Tani. "Tiba-tiba mobil Xenia melaju kencang dan menabrak kita yang lagi jalan habis main futsal di Monas. Ibu-ibu sama wanita yang lagi duduk di halte juga ditabrak," ujarnya.

Para korban tergeletak di pinggir jalan setelah sebelumnya terpental ditabrak Xenia yang melaju kencang dari arah Gambir menuju Tugu Tani. Kondisi mobil yang dikendarai Avriyani, warga Tanjung Priok tersebut pun ringsek. "Korban mental pak, langsung berhamburan gitu ke jalan," ucap Syaifudin, saksi lainnya.

Selain menabrak para korban, mobil Xenia tersebut juga sempat terguling beberapa kali hingga akhirnya menabrak tembok pembatas Gedung Kemendag dan Gedung Kantor Pelayanan Pajak.

Pengemudi mobil Xenia, Avriany beserta para penumpangnya langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan tentang insiden mengenaskan tersebut. Hingga pukul 14.25 WIB, keluarga korban tampak berdatangan ke kamar mayat RSCM, beberapa menjerit histeris begitu mengetahui anggota keluarganya menjadi korban dalam insiden berdarah tersebut.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    41 Pedagang Pasar Cempaka Putih Positif Covid-19, Ada yang Bergejala tapi Dianggap Biasa

    41 Pedagang Pasar Cempaka Putih Positif Covid-19, Ada yang Bergejala tapi Dianggap Biasa

    Megapolitan
    41 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cempaka Putih Ditutup 3 Hari

    41 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cempaka Putih Ditutup 3 Hari

    Megapolitan
    Pilot Ditangkap karena Sabu, Alvin Lie: Pemeriksaan Narkoba Seharusnya Rutin Sepanjang Tahun

    Pilot Ditangkap karena Sabu, Alvin Lie: Pemeriksaan Narkoba Seharusnya Rutin Sepanjang Tahun

    Megapolitan
    Ini 15 Jenis Pelanggaran Lalin yang Bakal Ditindak Tegas pada Masa PSBB Transisi

    Ini 15 Jenis Pelanggaran Lalin yang Bakal Ditindak Tegas pada Masa PSBB Transisi

    Megapolitan
    Ahok Heran Reklamasi Ancol Saat Ini Menempel dengan Darat

    Ahok Heran Reklamasi Ancol Saat Ini Menempel dengan Darat

    Megapolitan
    Polisi Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Masa PSBB Transisi di Jakarta Meningkat 50 Persen

    Polisi Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Masa PSBB Transisi di Jakarta Meningkat 50 Persen

    Megapolitan
    Bima Arya Klaim 150 Bantuan Bus Gratis Cukup Bantu Urai Kepadatan di Stasiun Bogor

    Bima Arya Klaim 150 Bantuan Bus Gratis Cukup Bantu Urai Kepadatan di Stasiun Bogor

    Megapolitan
    Ahli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Perbanyak Tes PCR

    Ahli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Perbanyak Tes PCR

    Megapolitan
    Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

    Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

    Megapolitan
    Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

    Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

    Megapolitan
    Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

    Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

    Megapolitan
    Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

    Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

    Megapolitan
    3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

    3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

    Megapolitan
    Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

    Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

    Megapolitan
    Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

    Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X