Kronologi Tabrakan Maut di Jl Ridwan Rais

Kompas.com - 22/01/2012, 15:06 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobila Daihatsu Xenia menabrak delapan orang pejalan kaki hingga tewas dan empat lainnya luka, di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/1/2012) pukul 11.00 ini. Sebelum menabrak, mobil itu sempat melaju dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya oleng dan menabrak 12 orang itu.

Demikian disampaikan salah seorang saksi mata, Suwarto (54), Minggu (22/1/2012), saat dimintai keterangan oleh unit kecelakaan Polda Metro Jaya, Minggu (22/1/2012). "Mobil itu bukan ngebut lagi tapi sangat kencang dan sempat oleng zig-zag gitu," ucap Suwarto yang sedang menunggu proses pemeriksaan.

Suwarto menjelaskan bahwa mobil itu datang dari arah Gambir menuju ke Tugu Tani. Saat mendekati Tugu Tani, mobil itu oleng kehilangan kendali. Saat hilang kendali, mobil kemudian menabrak para pejalan kaki yang sedang ada di trotoar.

"Mobil nyamber pertama tiga orang, terus sekelompok lagi, terus sekelompok orang lagi. Sampai akhirnya menabrak lagi halte di situ ada anak, ibu-ibu, dan remaja. Semuanya abis pulang dari Monas, mereka ada di trotoar, bukannya nyeberang," papar Suwarto.


Setelah menabrak halte, mobil ternyata tidak berhenti juga. Mobil itu lalu meringsek masuk ke halaman Kementerian Perdagangan. "Saat masuk ke kantor kementerian aja, mobil itu membuat dua orang lagi terpental," tutur Suwarto. Akhirnya, usai masuk kantor kementerian, mobil itu berhenti juga.

Suwarto adalah salah satu pejalan kaki yang beruntung selamat dari kecelakaan maut ini. Padahal, orang-orang sekitarnya sudah terpental dan ada pula seorang anak kecil yang terseret di bawah badan mobil. "Setelah kejadian, saya gemetaran. Ini semua pertolongan yang Maha Kuasa, saya berhasil menghindar. Ini kejadian paling mengerikan," kata Suwarto.

Dikatakannya, usai kecelakaan itu, sebagian besar korban tak bergerak. "Semua tewas di tempat. Yang saya tahu ada enam yang tewas di tempat ada lagi yang sempat dibawa ke rumah sakit. Saya pegangi anak kecil itu sudah nggak bergerak," ungkap Suwarto yang tampak masih syok akan kejadian itu.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Prabowo Bergabung ke Koalisi, F-Gerindra DPRD DKI Akui demi Kepentingan Bangsa

    Prabowo Bergabung ke Koalisi, F-Gerindra DPRD DKI Akui demi Kepentingan Bangsa

    Megapolitan
    Putar Balik Sembarangan, Pengendara Motor di Jalan Dr Satrio Dihukum Cabut Pentil Ban

    Putar Balik Sembarangan, Pengendara Motor di Jalan Dr Satrio Dihukum Cabut Pentil Ban

    Megapolitan
    Lokasi Kebakaran Bidara Cina Baru Sebulan Dapat Sosialisasi Pencegahan

    Lokasi Kebakaran Bidara Cina Baru Sebulan Dapat Sosialisasi Pencegahan

    Megapolitan
    Rabu Besok Operasi Zebra Dimulai, Ada Polisi Patroli yang Buru Pelanggar

    Rabu Besok Operasi Zebra Dimulai, Ada Polisi Patroli yang Buru Pelanggar

    Megapolitan
    Dokter Jadi Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng, Polisi Koordinasi dengan IDI

    Dokter Jadi Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng, Polisi Koordinasi dengan IDI

    Megapolitan
    Cerita Kadishub Tangsel Pernah Diintimidasi Saat Hentikan Truk Tanah di Bintaro

    Cerita Kadishub Tangsel Pernah Diintimidasi Saat Hentikan Truk Tanah di Bintaro

    Megapolitan
    Polisi Sebut Ninoy Karundeng Diperintahkan Tulis Surat Pernyataan Tak Dianiaya

    Polisi Sebut Ninoy Karundeng Diperintahkan Tulis Surat Pernyataan Tak Dianiaya

    Megapolitan
    Dokumen Kependudukan Terbakar, Korban Kebakaran Bidara Cina Bisa Urus di Posko Pengungsian

    Dokumen Kependudukan Terbakar, Korban Kebakaran Bidara Cina Bisa Urus di Posko Pengungsian

    Megapolitan
    Relawan Jokowi Nilai Demokrasi Menjadi Tak Sehat dengan Hadirnya Prabowo dalam Kabinet

    Relawan Jokowi Nilai Demokrasi Menjadi Tak Sehat dengan Hadirnya Prabowo dalam Kabinet

    Megapolitan
    Surya Paloh Sebut Siap Jadi Oposisi, Fraksi Nasdem: Itu Serius, Tidak Bercanda...

    Surya Paloh Sebut Siap Jadi Oposisi, Fraksi Nasdem: Itu Serius, Tidak Bercanda...

    Megapolitan
    Kuasa Hukum Aktivis Papua Sebut Lambang Bintang Kejora Hanya sebagai Simbol kebudayaan

    Kuasa Hukum Aktivis Papua Sebut Lambang Bintang Kejora Hanya sebagai Simbol kebudayaan

    Megapolitan
    Jasa Marga Kesulitan Pindahkan Truk Overload yang Terbalik di Tol Jakarta-Cikampek

    Jasa Marga Kesulitan Pindahkan Truk Overload yang Terbalik di Tol Jakarta-Cikampek

    Megapolitan
    Prabowo Ditunjuk Jadi Menteri, Relawan Ingatkan Jokowi Hati-hati

    Prabowo Ditunjuk Jadi Menteri, Relawan Ingatkan Jokowi Hati-hati

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Sebut Pengadaan Foto Jokowi-Ma'ruf Urusan Masing-masing OPD

    Pemkot Bekasi Sebut Pengadaan Foto Jokowi-Ma'ruf Urusan Masing-masing OPD

    Megapolitan
    Jelang Musim Hujan, Pemkot Jakpus Siapkan Sumur Resapan di 400 Titik

    Jelang Musim Hujan, Pemkot Jakpus Siapkan Sumur Resapan di 400 Titik

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X