R Menuntut Pelaku Dihukum Mati - Kompas.com

R Menuntut Pelaku Dihukum Mati

Kompas.com - 02/02/2012, 22:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- R (36), pedagang sayur yang menjadi korban perkosaan di angkutan kota pada Desember 2011, menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Kalau perlu, dihukum mati," kata R, kepada Kompas pekan lalu di rumahnya di Depok, Jawa Barat. Saat ditemui, R didampingi pamannya, Joy (50), yang bertindak sebagai juru bicara keluarga.

R juga mengingatkan kaum perempuan lainnya agar berhati-hati jika ingin berpergian menggunakan angkutan kota, agar tidak menjadi korban kejahatan. "Lihat-lihat dulu angkotnya. Akan tetapi, kalau bisa lebih baik diantar kalau bepergian pada malam hari," tutur R.

Sementara itu, YBR (17), pelaku utama kasus perkosaan dan perampokan anting-anting dan uang tunai, menyatakan penyesalan atas pebuatannya. "Saya minta ampun," ujarnya.

YBR berkilah tidak punya niat memperkosa R. Namun, karena melihat salah satu rekannya menggerayangi R, ia tergoda dan akhirnya malah memperkosa meskipun R saat itu tengah datang bulan. "Saya hanya ingin mengambil barangnya," ujarnya.

YBR yang pernah mendekam di lembaga pemasyarakatan anak, mengakui saat itu baru saja menenggak minuman keras dan berputar-putar dari Cawang, Jakarta Timur, mencari mangsa untuk dirampok.


EditorNasru Alam Aziz

Terkini Lainnya

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Regional
Sandiaga Sebut Rencana Induk Penataan Tanah Abang Masih Disusun

Sandiaga Sebut Rencana Induk Penataan Tanah Abang Masih Disusun

Megapolitan
Diprotes Rakyatnya, PM Armenia Mengundurkan Diri

Diprotes Rakyatnya, PM Armenia Mengundurkan Diri

Internasional
Saat Bos First Travel Yakinkan Jaksa Perusahaannya Masih Mampu Berangkatkan Calon Jemaah

Saat Bos First Travel Yakinkan Jaksa Perusahaannya Masih Mampu Berangkatkan Calon Jemaah

Nasional
Akan Dilaporkan Kembali oleh Fransiska, Sandiaga Bilang, 'Lu Lagi Lu Lagi'

Akan Dilaporkan Kembali oleh Fransiska, Sandiaga Bilang, "Lu Lagi Lu Lagi"

Megapolitan

Close Ads X