BNN Sita 12 Kg Sabu-sabu dari Iran

Kompas.com - 08/02/2012, 17:09 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Negara berhasil mengungkap jaringan narkotika jenis sabu-sabu senilai Rp 24 miliar. Jaringan ini mengedarkan narkotika itu dari Iran melalui Malaysia hingga ke Indonesia.

Direktur Tindak Kejar BNN Beni Mamoto, Rabu (8/2/2012) di Jakarta mengatakan, terungkapnya jaringan narkotika tersebut berawal dari penangkapan A dan MY pada Rabu (1/2/2012). Keduanya ditangkap di Jalan Tubagus Angke, Jelambar, Jakarta Barat. "Kedapatan 1 tas berisi bungkusan. Setelah dicek, ternyata isinya sabu-sabu seberat 12.192,3 gram," ujarnya.

Dari hasil pengembangan, barang bukti tersebut didapat dari M yang tinggal di Medan. Barang haram tersebut dibawa ke Jakarta melalui jalan darat dengan dimasukkan ke dalam truk berisi mainan anak-anak yang dikemudikan AN dan kernetnya, H. Setelah tas berisi sabu-sabu tersebut diberikan kepada MY dan A, tak lama kemudian petugas BNN datang dan meringkus keduanya. Pada waktu bersamaan, BNN juga menangkap sopir truk AN dan kernetnya, H, di Jalan Raya Prancis, Kota Tangerang, Banten.

Beni menambahkan, sabu-sabu dikirim dari Iran menuju Malaysia dan terakhir ke Indonesia sebagai negara tujuan. "Kaki tangan yang bersangkutan sudah siap menerima ini di wilayah Jakarta," kata Beni.

Dari pemeriksaan, AN mengaku telah dua kali mengantarkan barang haram tersebut kepada A dan MY dengan imbalan masing-masing Rp 30 juta dibagi dengan kernetnya, H. Untuk pengiriman kedua kali ini, AN dan H baru mendapat bayaran Rp 12 juta.

Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata jaringan narkotika tersebut melibatkan seseorang direktur berinisial IS dari perusahaan money changer bernama PT Maulana Traders. IS juga telah ditangkap.

Untuk indikasi pencucian uang dalam jaringan tersebut, BNN akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Selain barang bukti sabu-sabu 12.192,3 gram, petugas BNN turut menyita barang bukti lain, yaitu 3 buah telepon seluler, 2 buah dompet, 137 lembar uang pecahan Rp 50.000, 6 lembar uang pecahan Rp 10.000, 2 lembar uang pecahan Rp 5.000, 1 unit truk Fuso, 2 buah SIM B, 1 buah SIM C, dan 349 lembar bukti transaksi yang dilakukan tersangka dari berbagai bank.

Akibat perbuatannya, kelima tersangka terancam Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 132, dan Pasal 137 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.