Pencucian Uang Kasus Narkoba Gunakan Jasa "Money Changer"

Kompas.com - 09/02/2012, 04:31 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) mencurigai pencucian uang dalam kasus narkotika di Indonesia dilakukan melalui jasa money changer. Hal itu diungkapkan Benny Mamoto, Deputi Tindak dan Kejar BNN, saat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba seberat 12 kg di Gedung BNN Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2012).

Pasalnya, dalam setiap pengungkapan kasus narkotika, pihaknya melakukan pengembangan terperinci hingga sindikat jaringan narkotika terbukti kerap melakukan pencucian uang menggunakan jasa money changer untuk menghilangkan jejak tindak pidana mereka.

"Money changer resmi yang terlibat rata-rata tidak melakukan pengawasan yang cermat. Seharusnya dia mesti tanya uang ini dari mana, ke mana, identitas nasabah, dan sebagainya. Tapi mereka tidak melakukan itu," ujar Benny.

Sebagai salah satu contoh, BNN baru saja meringkus lima tersangka tindak pidana narkotika, yaitu A, MY, AN, H, dan IS. Dari IS, petugas menemukan 349 bukti transaksi narkoba yang dilakukan para tersangka, terutama tersangka A, untuk membeli sabu kepada M melalui rekening IS.

Selama bulan Januari 2012, tersangka A sudah melakukan tiga kali transaksi dengan dua rekening berbeda, yakni tanggal 4, 6, dan 9 Januari 2012, dengan total transaksi Rp 410 juta. Sementara itu, IS diketahui merupakan Direktur PT Maulana Traders, perusahaan money changer yang berdiri pada 2009, dengan dimodali oleh MM, seorang WN Malaysia. "Setiap bulan, IS mendapat gaji sebesar Rp 5 juta," ujar Benny.

Seperti diberitakan, sabu seberat 12 kg asal Iran menuju Malaysia dan Indonesia sebagai negara tujuan, yang diangkut dalam truk dari Medan, Sumatera Utara, berhasil disita BNN pada Rabu (1/2/2012). Barang bukti ini disita dari tersangka A dan MY yang ditangkap petugas di Jalan Raya Tubagus Angke, Kelurahan Angke, Kecamatan Jelambar, Jakarta Barat.

Menurut keterangan tersangka, barang haram ini didapat dari M yang tinggal di Medan dan dititipkan kepada seorang sopir berinisial AN alias D dan kernetnya H untuk dibawa ke Jakarta dan diserahkan kepada A. Selain barang bukti sabu seberat 12.192,3 gram, petugas BNN turut menyita barang bukti lain berupa tiga telepon seluler, dua dompet, 137 lembar uang pecahan Rp 50.000, enam lembar uang pecahan Rp 10.000, dua lembar uang pecahan Rp 5.000, satu truk Fuso, dua SIM B, satu SIM C, dan 349 lembar bukti transaksi yang dilakukan tersangka dari berbagai bank.

Akibat perbuatannya, kelima tersangka terancam Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2), Pasal 132 dan Pasal 137 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.