Kecelakaan Melibatkan Banyak Kendaraan

Kompas.com - 10/02/2012, 19:44 WIB
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Kecelakaan di jalur Puncak malam ini melibatkan banyak kendaraan. Selain bus Karunia Bakti yang mengangkut sekitar 60 orang, kecelakaan ini juga melibatkan bus Doa Ibu, Toyota Avanza, Grand Livina, Suzuki Carry pengangkut sayur, dan belasan sepeda motor.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kecelakaan di jalur macet itu terjadi karena bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta itu mengambil jalur kanan yang menurun ke arah Bogor Gadog. Dari bawah, ada bus Doa Ibu.

Ketika mencoba menghindar dengan membanting setir ke kanan, bus menabrak beberapa mobil dan sepeda motor, lalu berhenti menggantung di jurang. Posisinya kepala bus di bawah sehingga penumpangnya bertumpuk ke depan. Sebagian penumpang terjepit kursi sehingga menyulitkan evakuasi.

Informasi sementara korban meninggal mencapai 20 orang, tetapi itu belum terkonfirmasi. Korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit, termasuk RS Paru yang tidak jauh dari lokasi kecelakaan.


Kecelakaan ini dipastikan makin memacetkan lalu lintas di jalur Puncak yang sudah biasa macet di akhir pekan.

 

Baca tentang


    Terkini Lainnya

    Suara Letusan Terdengar 5 Kali Usai Laga Persija Vs PSIS di Bekasi

    Suara Letusan Terdengar 5 Kali Usai Laga Persija Vs PSIS di Bekasi

    Megapolitan
    Pemprov DKI Akan Gelar Lenong Betawi Secara Rutin di Balai Kota

    Pemprov DKI Akan Gelar Lenong Betawi Secara Rutin di Balai Kota

    Megapolitan
    3 Rumah Sakit Tangani Korban Kecelakaan Maut Tol Jagorawi

    3 Rumah Sakit Tangani Korban Kecelakaan Maut Tol Jagorawi

    Megapolitan
    Anies: Masyarakat Betawi di Luar Harus Jadi Tamu Memesona...

    Anies: Masyarakat Betawi di Luar Harus Jadi Tamu Memesona...

    Megapolitan
    Pengamat: Jalan Berbayar Lebih Efektif Kurangi Macet Ketimbang Ganjil Genap

    Pengamat: Jalan Berbayar Lebih Efektif Kurangi Macet Ketimbang Ganjil Genap

    Megapolitan
    Kata Pengamat soal 'Keanehan' Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

    Kata Pengamat soal "Keanehan" Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

    Megapolitan
    Terpapar Asap Karhutla, Kondisi Udara di Palembang Masuk ke Level Berbahaya

    Terpapar Asap Karhutla, Kondisi Udara di Palembang Masuk ke Level Berbahaya

    Megapolitan
    Rumah Tinggal Terbakar akibat Regulator Tabung Gas Bocor

    Rumah Tinggal Terbakar akibat Regulator Tabung Gas Bocor

    Megapolitan
    Ban Pecah Diduga Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi

    Ban Pecah Diduga Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi

    Megapolitan
    Anies Perintahkan Wali Kota Jaktim Perbaiki Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

    Anies Perintahkan Wali Kota Jaktim Perbaiki Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

    Megapolitan
    Pengendara Keluhkan Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

    Pengendara Keluhkan Trotoar Kalimalang yang Berada di Tengah Jalan

    Megapolitan
    Pakai Masker, Warga Bentangkan Spanduk 'Riau Dibakar Bukan Terbakar' di CFD

    Pakai Masker, Warga Bentangkan Spanduk "Riau Dibakar Bukan Terbakar" di CFD

    Megapolitan
    Bunga Langka Rafflesia Patma Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

    Bunga Langka Rafflesia Patma Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

    Megapolitan
    DKI Siapkan Jalur Sepeda, Anies Targetkan Rampung Akhir 2019

    DKI Siapkan Jalur Sepeda, Anies Targetkan Rampung Akhir 2019

    Megapolitan
    Pencari Suaka Kembali Tempati Trotoar Kawasan Kebon Sirih

    Pencari Suaka Kembali Tempati Trotoar Kawasan Kebon Sirih

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X