John Kei Diduga Terlibat 9 Kasus Penganiayaan - Kompas.com

John Kei Diduga Terlibat 9 Kasus Penganiayaan

Kompas.com - 20/02/2012, 15:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya akan mengembangkan proses penyidikan John Kei dan keterlibatannya dalam kasus-kasus lain. Berdasarkan catatan kepolisian, John diduga turut andil dalam sembilan kasus pengan penganiayaan dan pengeroyokan. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Senin (20/2/2012), di Mapolda Metro Jaya.

"Ada kurang lebih sembilan kasus antara lain pengeroyokan, penganiyaan, pembunuhan termasuk juga kasus pembunuhan di lain tempat. Ada indikasi keterkaitan namun masih didalami," ujar Rikwanto.

Namun, Rikwanto masih belum bisa menyebutkan ke sembilan kasus itu. Pasalnya, saat ini polisi masih terfokus dalam penyelesaian kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia (SSI), Tan Harry Tantono alias Ayung (45). Polisi juga masih menginventarisasi semua bukti keterlibatan John dalam berbagai kasus.

"Kasus yang berkaitan dengan kelompok ini sedang kami selidiki kembali. Ada beberapa yang terlibat dan saat ini sedang kami dalami keterlibatannya sejauh mana, dikaitkan dengan siapa dan berbuat apa," ucap Rikwanto.

Bukti keterlibatan John Kei dalam sembilan kasus itu, ucap Rikwanto, untuk sementara ini lantaramn John ada di lokasi kejadian. Namun, hal ini perlu penelusuran lebih mendalam.

Diberitakan sebelumnya, John Kei dibekuk aparat Polda Metro Jaya pada Jumat (17/2/2012) malam di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur. John ditangkap bersama artis tahun 80-an bernama Alba Fuad sedang mengkonsumsi sabu.

John ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus pembunuhan pengusaha peleburan baja, PT Sanex Steel Indonesia (SSI), Tan Harry Tantono alias Ayung di Swiss-belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada tanggal 26 Januari 2012 lalu.

Ayung ditemukan tewas bersimbah darah di kamar 2701 dengan luka tusuk di bagian leher, perut dan pinggang. Tak lama setelah kejadian, tiga orang tersangka yakni C, A, dan T menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Kemudian, polisi membekuk lagi dua orang lainnya yakni DN dan KP.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorA. Wisnubrata

    Terkini Lainnya

    Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

    Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

    Nasional
    Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

    Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

    Regional
    Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

    Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

    Regional
    Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

    Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

    Nasional
    Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

    Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

    Megapolitan
    Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

    Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

    Nasional
    Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

    Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

    Nasional
    Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

    Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

    Internasional
    Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

    Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

    Regional
    Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

    Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

    Internasional
    Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

    Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

    Nasional
    Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

    Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

    Nasional
    Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

    Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

    Nasional
    Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

    Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

    Regional
    Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

    Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

    Nasional

    Close Ads X