Rekonstruksi Pembunuhan Ayung Sesuai - Kompas.com

Rekonstruksi Pembunuhan Ayung Sesuai

Kompas.com - 24/02/2012, 23:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rekonstruksi kasus pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung dilakukan Jumat (24/2/2012) sore tadi di Swiss-belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Di dalam rekonstruksi yang berlangsung setengah jam itu, kuasa hukum para tersangka mengatakan bahwa reka adegan berjalan sesuai berita acara pemeriksaan (BAP).

"Semua sudah sesuai dengan BAP, tidak ada yang disanggah," ungkap Tito Refra, yang menjadi kuasa hukum seluruh tersangka kasus ini, Jumat (24/2/2012), di lokasi.

Pada rekonstruksi itu, sebanyak lima dari enam tersangka dihadirkan untuk kembali memeragakan pembunuhan itu. Kelima tersangka yang dihadirkan adalah Tuce Kei, Ancola Kei, Candra Kei, Dani Res, dan Kupra. Sedangkan John Kei tidak mengikuti rekonstruksi lantaran masih menjalani perawatan di RS Polri Soekanto, Jakarta.

Tito mengatakan bahwa rekonstruksi hanya berlangsung sekitar setengah jam. "Tapi saya tidak ingat ada berapa adegan yang direkonstruksikan," ungkapnya.

Rekonstruksi yang dilakukan tertutup dengan pengamanan ketat dari pasukan Brimob Polda Metro Jaya bersenjata laras panjang ini dilakukan oleh tim penyidik Subdit Umum Polda Metro Jaya. Setelah rekonstruksi selesai dilakukan, aparat kepolisian pun langsung meninggalkan lokasi. Para tersangka pun sudah dikembalikan ke rumah tahanan Mapolda Metro Jaya.

Diberitakan sebelumnya, Tan Harry Tantono alias Ayung yang merupakan pengusaha peleburan baja ditemukan tewas bersimbah darah pada tanggal 26 Januari 2012 lalu di kamar 2701, Swiss-belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ayung tewas dengan 32 luka tusuk yang ada di bagian perut, pinggang, dan leher. Sebanyak enam orang tersangka diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah Tuce Kei, Ancola Kei, Candra Kei, Dani Res, Kupra, dan John Kei.

John Kei diduga sebagai otak pembunuhan itu. Motif sementara dari pembunuhan berencana ini adalah karena penagihan fee jasa debt collector yang sudah digunakan Ayung. Nilainya mencapai Rp 600 juta.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorTri Wahono

    Terkini Lainnya

    KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

    KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

    Nasional
    Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra kepada Penumpang

    Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra kepada Penumpang

    Megapolitan
    Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

    Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

    Regional
    Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

    Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

    Nasional
    Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

    Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

    Nasional
    Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

    Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

    Internasional
    Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

    Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

    Internasional
    Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

    Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

    BrandzView
    KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

    KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

    Nasional
    Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

    Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

    Nasional
    Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

    Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

    Regional
    Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

    Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

    Megapolitan
    Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans 'Black Campaign'

    Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans "Black Campaign"

    Nasional
    Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

    Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

    Internasional
    Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

    Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

    Nasional

    Close Ads X