Perlukah Calon Suami Tes HIV?

Kompas.com - 27/02/2012, 07:23 WIB
EditorLusia Kus Anna

DR SAMSURIDJAL DJAUZI

Teman saya baru saja melahirkan anak pertamanya. Dia menjalani operasi caesar. Sehari sebelum operasi, dokter melakukan tes HIV dan di luar dugaan hasilnya positif. Dia dalam keadaan tegang karena akan menghadapi operasi, sekarang ditambah kenyataan dia HIV positif. Bagaimana sikap suaminya? Bagaimana pula nasib anaknya nanti, apakah akan tertular?

Suaminya amat memahami keadaannya dan berterus terang bahwa dia pernah menggunakan narkoba sewaktu SMA, tetapi hanya setahun dan sejak itu tak pernah memakai narkoba lagi. Suami dalam keadaan sehat, tetapi dokter menganjurkan suami menjalani tes HIV, ternyata hasilnya positif. Teman saya menjadi mengerti bahwa dia tertular dari suaminya, tetapi bagi dia itu tak penting. Dia lebih mengkhawatirkan anaknya, adakah upaya agar anaknya tak tertular HIV?

Dokter cukup bijak dengan memberikan informasi yang cukup menggembirakan. Sekarang ada obat virus dan anaknya dapat dikurangi risiko HIV-nya dengan cara operasi caesar serta diberikan susu formula sebagai pengganti air susu ibu. Semua telah dijalaninya. Suaminya dan dia sekarang juga sudah minum obat antiretroviral. Anaknya dalam pemantauan dokter dan sementara harus minum obat pencegahan.

Saya jadi berpikir ulang untuk menikah. Apakah bijak jika saya meminta kekasih saya menjalani tes HIV? Apakah sebaiknya perempuan hamil perlu tes HIV? Benarkah jika diketahui sejak dulu dia HIV positif, dapat diberikan obat pencegahan agar bayinya terhindar dari HIV? Apakah sahabat saya telah kehilangan kesempatan untuk melindungi anaknya? Mohon penjelasan dokter.


N di J


Niat untuk membina keluarga sudah tentu disertai harapan keluarga yang sehat dan bahagia. Karena itu, dianjurkan kepada calon pengantin untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Di samping pemeriksaan fisik, perlu beberapa pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis penyakit, seperti pemeriksaan kemungkinan talasemia serta penyakit infeksi, termasuk hepatitis B dan HIV.

Jadi, sebenarnya tes HIV adalah sebagian saja dari pemeriksaan yang diperlukan. Jangan lupa juga menjalani vaksinasi tetanus toksoid dan rubela. Diharapkan, dengan pemeriksaan kesehatan tersebut, calon suami, calon istri, dan keturunannya kelak akan juga sehat. Jadi, Anda dapat merundingkan dengan calon suami Anda pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Sudah tentu semua berharap hasil pemeriksaannya akan baik. Namun, jika ada penyakit yang terdeteksi, akan ditangani dan juga amat penting dicegah penularannya kepada orang yang kita sayangi, yaitu istri atau suami.

Untuk hepatitis B jika belum ada kekebalan perlu dilakukan vaksinasi hepatitis B. Sedangkan jika ibu hamil hepatitis B, anak yang lahir dapat dikurangi risiko penularannya dengan diberi suntikan imunoglobulin dan vaksinasi hepatitis B. Sementara tes HIV memang sekarang dianjurkan untuk ibu hamil. Ibu hamil yang positif HIV dapat diberi upaya pencegahan agar virus tersebut tak menular kepada anaknya. Pencegahan yang dilakukan adalah selama kehamilan minum obat antiretroviral, melahirkan dengan cara operasi caesar, serta mengganti air susu ibu dengan susu formula jika memungkinkan.

Risiko penularan

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.