Tiga Pelaku Teror Bom Buku Divonis

Kompas.com - 02/03/2012, 05:11 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (1/3), dalam sidang terpisah menjatuhkan hukuman penjara kepada tiga terdakwa perkara terorisme terkait kasus ”bom buku”.

Majelis hakim yang diketuai M Saptono memvonis terdakwa Muhammad Maulana Sani dengan hukuman penjara 4 tahun 8 bulan. Atas putusan itu, Maulana yang dituntut hukuman penjara 7 tahun oleh jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

Adapun terdakwa Juhanda yang dijatuhi hukuman penjara 3 tahun 6 bulan oleh majelis hakim yang diketuai Krisnugroho menyatakan menerima putusan itu. Jaksa menuntut Juhanda dengan hukuman penjara 5 tahun.

Terdakwa Darto dihukum penjara 4 tahun 8 bulan oleh majelis hakim yang diketuai Adi Ismet. Sebelumnya, jaksa menuntut Darto dengan hukuman penjara 7 tahun.


Majelis hakim berpendapat ketiga terdakwa terbukti membantu perbuatan tindak pidana terorisme yang dilakukan terdakwa Pepi Fernando.

Semula majelis hakim akan menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Pepi Fernando, Hendi Suhartono, dan Imam Firdaus. Namun, menurut penasihat hukum terdakwa, Asludin, vonis ditunda Senin pekan depan karena majelis hakim belum siap.

Dalam dakwaan dijelaskan, Pe- pi Fernando alias Muhamad Romi alias Ahyar mengincar iringan rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Peledakan direncanakan dilakukan saat iringan rombongan Presiden melintas di daerah Cawang, Jakarta Timur, dan di jalan alternatif Cibubur ke arah Cikeas, Bogor.

Pepi didakwa merencanakan dan menggerakkan kelompoknya, antara lain Muhamad Fadil, Hendi Suhartono, Irman Kamaludin, Febri Hermawan, Muhammad Maulana, Wartono, Darto, Wari Suwandi, Riki Riyanto, Fajar Dwi Setyo, Mugiyanto, Ade Guntur, Mochmad Syarif, Juni Kurniawan, dan Juhanda untuk melakukan tindak pidana terorisme, sebagaimana diatur dalam Pasal 15 juncto Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Latihan di Pulau

Dalam sidang terpisah, Jaksa Bambang menuntut terdakwa Hari Kuncoro dengan hukuman penjara 9 tahun. Hari dinilai menguasai senjata, mengawal Umar Patek, terdakwa perkara terorisme, saat Umar Patek kembali dari Filipina selatan ke Indonesia pada 2009. Hari juga pernah ikut relawan di Ambon dan latihan militer bersama Ali Imron di Pulau Buru.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X