Pembuat Bom Buku Dihukum

Kompas.com - 06/03/2012, 01:46 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis 18 tahun potong masa penahanan terhadap terdakwa perkara terorisme terkait bom buku, Pepi Fernando. Dalam sidang terpisah, majelis hakim PN Jakarta Barat juga menghukum terdakwa lain dalam perkara yang sama, yaitu Hendi Suhartono dan Imam M Firdaus.

Putusan terhadap Pepi dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Barat Moestofa, Senin (5/3). Terhadap putusan itu, Pepi melalui penasihat hukumnya, Asludin, menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Pepi dengan hukuman penjara seumur hidup.

Dalam sidang terpisah, Ketua Majelis Hakim Encep Yuliadi menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Hendi. Ketua Majelis Hakim Supeno menghukum tiga tahun dan empat bulan penjara kepada Imam Firdaus. Hukuman itu dikurangi masa penahanan. Hendi sebelumnya dituntut 18 tahun penjara dan Imam Firdaus dituntut lima tahun penjara oleh jaksa.

Selain itu, empat terdakwa dalam perkara yang sama juga divonis oleh majelis hakim PN Jakarta Barat dalam sidang terpisah. Terdakwa Wartono divonis lima tahun dan enam bulan penjara, Ade Guntur divonis empat tahun penjara, Febri Hermawan divonis lima tahun dan enam bulan penjara, serta Mugiyanto divonis tiga tahun dan enam bulan penjara.

Dalam dakwaan sebelumnya, tim jaksa penuntut umum, antara lain Bambang Suharyadi dan Rini Hartatie, menjelaskan, tahun 2008 Pepi mengikuti kelompok taklim khusus di Aceh yang dipimpin Ustaz Abdul Rosyid alias Abu Kholis selaku amir atau pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) wilayah Sumatera.

Periode 2008-2009, Pepi juga aktif memberikan taklim khusus kepada temannya di Jakarta. Misi kelompok terdakwa dalam organisasi NII adalah melakukan pembinaan dengan dakwah untuk mencari umat. Visinya, mendirikan NII yang dirintis Sekarmadji Marijan Kartosuwiryo.

Pepi juga mempelajari cara pembuatan bom melalui internet dan membaca buku-buku jihad.

Sekitar Agustus 2010, menurut jaksa, timbul ide terdakwa untuk membuat bom termos dengan isi bahan peledak dan telepon seluler sebagai penghubung. Bom termos itu akan diledakkan pada rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, sekitar Maret 2011, timbul pula niat terdakwa untuk membuat bom berbentuk buku.

Asludin menilai hukuman terhadap Pepi dan Hendi terlalu berat. Apalagi, perbuatan terdakwa tidak menimbulkan banyak korban jiwa. (fer)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

Megapolitan
205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

Megapolitan
Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

Megapolitan
BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

Megapolitan
Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Megapolitan
Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Megapolitan
Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Megapolitan
Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Megapolitan
Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Megapolitan
Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X