Warga Tutup Jalan Perumahan

Kompas.com - 10/03/2012, 14:57 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Warga Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, menutup jalan pengembangan Perumahan Taman Anyelir 3, Sabtu (10/3/2012) ini.

Penutupan jalan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes warga atas proyek pengurukan sempadan Kali Ciliwung. Pengurukan tersebut dinilai sebagai penyebab longsor yang terjadi berkali-kali di tempat tersebut. Warga dan pengembang sebelumnya membuat kesepakatan untuk memperbaiki turap sempadan Ciliwung.

"Kesepakatan tersebut belum dijalankan pengembang. Turap kali belum aman, sementara saluran pembuangan air hanya satu yang dipakai sebagai pembuangan air saat hujan. Ini yang membuat longsor sering terjadi," tutur Thamrin, Ketua RT 04 RW 08 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, kepada Kompas.

Penutupan tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Awas Daerah Longsor". Menurut Thamrin, spanduk itu tidak akan dilepaskan selama tidak ada niat untuk memperbaiki turap Kali Ciliwung.

"Kami tunggu respons pengembang. Jika mereka mencabut spanduk itu, berarti tidak memiliki niat menyelesaikan persoalan ini," kata Thamrin.

Sehari sebelumnya, warga Kelurahan Kalimulya itu juga mengadukan persoalan itu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Depok.

Awal Maret ini, Pemkot Depok menerbitkan surat pencabutan izin kegiatan di sempadan sungai. Seiring dengan terbitnya surat itu, maka pengembang diminta menghentikan semua aktivitasnya di area tersebut.

Selama aksi penutupan, tidak ada bentrokan fisik antara pengembang dan warga. Polisi berjaga-jaga mengawal aksi protes warga.



EditorAgus Mulyadi

Terkini Lainnya

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Megapolitan
Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Edukasi
Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Regional
Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Megapolitan
Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Nasional
Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Regional
Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Internasional
Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Megapolitan
Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Megapolitan
Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Nasional
Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Regional
Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Megapolitan
Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Nasional
Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Megapolitan
Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Megapolitan

Close Ads X