Transportasi Umum Kerap Sulitkan Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 20/03/2012, 20:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbicara tentang transportasi umum di Jakarta masih banyak hal yang harus dibenahi. Salah satunya adalah transportasi umum yang ramah pada penyandang disabilitas.

Pengurus baru Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Jaka Anom Ahmad Yusuf, mengatakan bahwa akses transportasi umum yang ada di Jakarta masih jauh dari memadai untuk para penyandang disabilitas.

Ia memberi contoh seperti Metromini, Kopaja, Mikrolet dan lain-lain sangat sulit diakses oleh para penyandang disabilitas.

"Bayangkan saja untuk saya yang tidak bisa melihat susah kalau mau naik metromini, mau nyetop yang nomor berapa, kami cukup sulit. Mau turun juga sulit, karena suka buru-buru. Untuk pengguna kursi roda juga susah karena nggak ada tempatnya," jelas Jaka, ketika dijumpai di Balaikota, Jakarta, Selasa (20/3/2012).

Pria yang akhirnya lebih memilih bus Transjakarta untuk mobilitasnya sehari-hari ini mengatakan bahwa angkutan umum seperti bus Transjakarta pun masih sulit diakses oleh para penyandang tuna rungu. "Dulu kan ada layar di dalam bus yang menunjukkan halte yang dilalui. Sekarang itu pun mati," keluhnya.

"Di Australia, Jerman dan Inggris angkutan umum itu mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Jadi setidaknya bisa diterapkan di Jakarta," kata Jaka.

Selain sulit diakses, faktor keamanan angkutan umum juga sangat kurang sekali. Bagi orang yang memiliki keterbatasan intelektual, keamanan angkutan umum sangat kurang sehingga harus diperbaiki lagi agar merata dapat digunakan semua kalangan.

"Contohnya kereta api jaraknya terlalu cepat antara pintu terbuka dan tertutup. Kemudian pintu bus sulit ditutup. Itu membahayakan bagi yang punya keterbatasan intelektual," ungkapnya.

"Kami ini kan juga membayar pajak tapi tidak bisa mendapatkan haknya. Seharusnya tidak seperti itu," tandasnya.



EditorBenny N Joewono

Terkini Lainnya

Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Regional
Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Megapolitan
Situng KPU Dinilai Berhasil Pancing Partisipasi Publik Kawal Suara

Situng KPU Dinilai Berhasil Pancing Partisipasi Publik Kawal Suara

Nasional
Pasca-gugurnya Anggota Polisi yang PAM Pemilu, Dinkes Bintan Siagakan Tenaga Medis di Seluruh PPK

Pasca-gugurnya Anggota Polisi yang PAM Pemilu, Dinkes Bintan Siagakan Tenaga Medis di Seluruh PPK

Regional
Minta Pembebasan Rekannya, Aktivis Perempuan Saudi Berkendara Keliling AS

Minta Pembebasan Rekannya, Aktivis Perempuan Saudi Berkendara Keliling AS

Internasional
Bantah Terima Uang, Staf Menpora Diketahui Bertransaksi di Arab dan Tulungagung

Bantah Terima Uang, Staf Menpora Diketahui Bertransaksi di Arab dan Tulungagung

Nasional
Ini Sejumlah Aturan Baru Penerimaan Siswa SD dan SMP di Surabaya

Ini Sejumlah Aturan Baru Penerimaan Siswa SD dan SMP di Surabaya

Regional
Taman Waduk Ria Rio, Asyik Dikunjungi untuk Menyendiri maupun Berduaan

Taman Waduk Ria Rio, Asyik Dikunjungi untuk Menyendiri maupun Berduaan

Megapolitan
Risma: Jangan Cuma Jadi Bonek, Kalian Harus Jadi Pemain Bola yang Hebat

Risma: Jangan Cuma Jadi Bonek, Kalian Harus Jadi Pemain Bola yang Hebat

Regional
AWS Akan Bangun Pusat Data di Jawa Barat, Ini 3 Kisi-kisi dari Ridwan Kamil

AWS Akan Bangun Pusat Data di Jawa Barat, Ini 3 Kisi-kisi dari Ridwan Kamil

Regional
Para Elite Politik Diimbau Beri Komentar Menyejukkan seperti Sandiaga

Para Elite Politik Diimbau Beri Komentar Menyejukkan seperti Sandiaga

Nasional
Satpam yang Bunuh Wanita di Basement Hotel Kirim WhatsApp ke Istri Sebelum Bunuh Diri

Satpam yang Bunuh Wanita di Basement Hotel Kirim WhatsApp ke Istri Sebelum Bunuh Diri

Megapolitan
Perempuan Ini Punya 44 Orang Anak dan Mengurus Mereka Sendirian

Perempuan Ini Punya 44 Orang Anak dan Mengurus Mereka Sendirian

Internasional
CIA Bikin Akun Instagram, Ada Apa?

CIA Bikin Akun Instagram, Ada Apa?

Internasional
Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Cabuli Bocah Perempuan 7 Tahun di Riau

Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Cabuli Bocah Perempuan 7 Tahun di Riau

Regional

Close Ads X