Detik-detik Jelang Ahok Dipinang Prabowo

Kompas.com - 22/03/2012, 14:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada Prabowo Subianto, mantan Pangkostrad yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, di balik munculnya duet Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Bermula ketika bursa pencalonan gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta mulai menghangat, Ahok mendapat pesan singkat dari seseorang yang belum dikenalnya.

"Ahok, kamu dicari oleh Prabowo." Begitu bunyi pesan yang masuk ke BlackBerry mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Namun, bapak tiga anak itu tak begitu menggubris pesan bersangkutan. "Saya cuekin saja, saya kira paling hanya main-main saja," ujar Ahok dalam wawancara khusus dengan Tribun Jakarta, Selasa (20/3/2012).

Ahok kemudian mulai mempercayai pesan itu ketika kerabatnya di Bangka-Belitung mencoba menghubunginya. Ahok mendapat cerita, Prabowo sampai mengutus pengurus Partai Gerindra Bangka-Belitung untuk menghubungi dirinya.


"Mereka (pengurus Gerindra) mengaku bingung karena SMS yang dikirim enggak pernah saya jawab. Telepon juga tidak diangkat," kata Ahok. Singkat cerita Ahok diminta bertemu dengan orang kepercayaan Prabowo di Plaza Indonesia, Jakarta.

Bukannya Ahok yang menemui, melainkan ia menyuruh seorang stafnya. Utusan Ahok ditolak. "Saya hubungi, dia bilang saya ditunggu di Plaza Indonesia pukul 17.00," kenangnya.

Setelah bertemu sang utusan, Ahok diminta untuk bertemu Prabowo di lokasi yang sama pukul 21.00. Ahok hanya menanggapi ajakan itu dengan tawa. "Dia (Prabowo) kan mau mencalonkan kamu sebagai wakil gubernur," ujar Ahok menirukan ucapan orang kepercayaan Prabowo.

Ketika tiba waktu ditentukan, Ahok melihat Hasyim Djojohadikusumo (adik Prabowo) yang mengatakan dirinya ditunggu Prabowo di dalam ruangan.

Ahok sempat grogi. "Eh bener nih Pak Prabowo. Dia (Prabowo) menawarkan santap malam, tapi karena saya sudah makan akhirnya hanya memesan air putih," tutur anak pasangan Indra Tjahaja Purnama (alm)-Buniarti Ningsih.

Saat itu berkumpul pula petinggi Gerindra. Ia hanya mengingat, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik ikut hadir. Selama dua jam Ahok berbincang dengan Prabowo mengenai Jakarta. Ia membeberkan tentang sistem tranportasi ideal bagi Jakarta.

Pengalaman selama satu tahun sebagai staf ahli membantu mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, menjadi modal. Sampai akhirnya sebuah keputusan dikeluarkan Prabowo.

"Saya mau Ahok. Pokoknya Jokowi-Ahok. Ini putusan kita," ujar Prabowo seperti ditirukan Ahok. Saat itu Prabowo lansung meminta M Taufik bertemu PDI Perjuangan untuk berkonsolidasi.

Padahal, saat itu PDI Perjuangan sudah mulai mendekatkan Fauzi Bowo dengan Adang Ruchiyatna (kader PDI Perjuangan). Minggu pun berganti. Berita di berbagai media mengenai pemilukada diwarnai berbagai spekulasi pasangan kandidat.

Tak pelak berbagai pemberitaan itu nyaris membuat kepercayaan Ahok goyah. Ahok menghubungi orang kepercayaan Prabowo. "Saya bertanya, benar nggak sih saya dipilih. Dia langsung mem-forward SMS dari Pak Prabowo. Isinya keputusan final Jokowi dan Ahok. Kalau PDI Perjuangan tidak mau, Gerindra tak dukung siapa pun," kata anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar ini.

Sampai hari pendaftaran terakhir di KPU Jakarta, 19 Maret 2012, Ahok belum juga mendapat kepastian. Padahal, Ahok harus mengikuti rapat tim seleksi komisioner KPU di Komisi II DPR. Akhirnya, Ahok melapor ke Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar.

"Pagi-pagi aku BBM (Blackberry Messengger) Pak Agun, minta izin tak mengikuti rapat Komisi II DPR karena menunggu pengumuman PDI Perjuangan," katanya. Ahok juga minta dipindahkan dari Komisi II.

Beberapa saat kemudian, Ahok menerima kabar dari Tjahjo Kumolo. Sekjen PDI-P itu meminta Ahok merapat ke kantor Megawati Institute di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta. "Begitu datang saya disalamin. Katanya Ibu Megawati sudah setuju kamu jadi calon wakil Jokowi," katanya. (Ferdinand/Yogi Gustaman)

 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHertanto Soebijoto

    Terkini Lainnya

    Karangan Bunga Dukacita Kerusuhan 22 Mei Bersandar di Wahid Hasyim

    Karangan Bunga Dukacita Kerusuhan 22 Mei Bersandar di Wahid Hasyim

    Megapolitan
    Pascakerusuhan, Pusat Perbelanjaan Sarinah Sudah Buka Hari Ini

    Pascakerusuhan, Pusat Perbelanjaan Sarinah Sudah Buka Hari Ini

    Megapolitan
    Fotonya Dipakai dan Disebut Tewas dalam Kerusuhan 22 Mei, Perempuan Ini Lapor Polisi

    Fotonya Dipakai dan Disebut Tewas dalam Kerusuhan 22 Mei, Perempuan Ini Lapor Polisi

    Megapolitan
    Gelar Hardolnas, Kitabisa.com Libatkan 200 'Influencer'

    Gelar Hardolnas, Kitabisa.com Libatkan 200 "Influencer"

    Megapolitan
    FPI Ajukan Penangguhan Penahanan bagi Warga yang Ikut-ikutan dalam Kerusuhan 22 Mei

    FPI Ajukan Penangguhan Penahanan bagi Warga yang Ikut-ikutan dalam Kerusuhan 22 Mei

    Megapolitan
    Sejumlah Ruas Jalan Protokol Masih Ditutup Hari Ini

    Sejumlah Ruas Jalan Protokol Masih Ditutup Hari Ini

    Megapolitan
    Sabtu Pagi, Ini Rute Transjakarta yang Tak Beroperasi dan Dialihkan

    Sabtu Pagi, Ini Rute Transjakarta yang Tak Beroperasi dan Dialihkan

    Megapolitan
    Viral Video Pria Dipukuli Aparat, Begini Penjelasan Polri

    Viral Video Pria Dipukuli Aparat, Begini Penjelasan Polri

    Megapolitan
    Klarifikasi Sopir dan Perusahaan Pemilik Ambulans Berlogo Gerindra...

    Klarifikasi Sopir dan Perusahaan Pemilik Ambulans Berlogo Gerindra...

    Megapolitan
    Amien Rais Membantah, 'People Power' Terkait Upaya Menjatuhkan Presiden...

    Amien Rais Membantah, "People Power" Terkait Upaya Menjatuhkan Presiden...

    Megapolitan
    [POPULER MEGAPOLITAN] Pengakuan Sopir Ambulans Gerindra | Anggota TGUPP Jadi Pengacara Prabowo | Amien Rais Diperiksa Polisi

    [POPULER MEGAPOLITAN] Pengakuan Sopir Ambulans Gerindra | Anggota TGUPP Jadi Pengacara Prabowo | Amien Rais Diperiksa Polisi

    Megapolitan
    Kisah Pilu Pedagang Korban Rusuh 22 Mei Berujung Undangan ke Istana

    Kisah Pilu Pedagang Korban Rusuh 22 Mei Berujung Undangan ke Istana

    Megapolitan
    Pemilik Warung Korban Penjarahan 22 Mei Tak Menyangka Bertemu Presiden Jokowi

    Pemilik Warung Korban Penjarahan 22 Mei Tak Menyangka Bertemu Presiden Jokowi

    Megapolitan
    Pedagang Kopi Starling yang Untung 3 Kali Lipat Saat 22 Mei: Mending Dapat seperti Biasa daripada Ribut Begini...

    Pedagang Kopi Starling yang Untung 3 Kali Lipat Saat 22 Mei: Mending Dapat seperti Biasa daripada Ribut Begini...

    Megapolitan
    Cerita Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Setia hingga Tengah Malam di MK

    Cerita Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Setia hingga Tengah Malam di MK

    Megapolitan

    Close Ads X