Sampah Berserakan di Jalan Saat Nyepi

Kompas.com - 23/03/2012, 08:55 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

DENPASAR, KOMPAS.com - Jalan-jalan di Kota Denpasar, Bali, mulai tampak lengang dan senyap di Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1934, Jumat (23/3/2012) pagi. Di beberapa titik jalan, sampah-sampah tampak berserakan.

Sampah-sampah itu berupa bekas bungkus makanan dan minuman. Seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Denpasar, sampah bekas makanan dan minuman itu berserakan di pembatas trotoar. Sampah itu merupakan sampah yang dibuang saat pawai ogoh-ogoh di tempat itu, Kamis (22/3) malam.

Pawai ogoh-ogoh pada malam pengerupukan itu berlangsung di sejumlah titik di Denpasar. Di Denpasar, pusat pawai ogoh-ogoh berlangsung di Lapangan Puputan Badung.

Nyepi di Bali berlangsung selama 24 jam sejak Jumat pukul 6.00 wita hingga Sabtu (24/3) wita. Selama Nyepi, umat Hindu melakukan catur brata penyepian, yaitu tidak menyalakan api, tidak bepergian, tidak bersenang-senang, dan tidal bekerja.

Seluruh pintu masuk ke Bali, yaitu pelabuhan dan bandara ditutup. Siaran televisi dan radio juga dihentikan. Namun, fasilitas pelayanan penting seperti rumah sakit tetap beroperasi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemotongan Hewan Kurban Saat Pandemi, Daging Diantar ke Rumah

Pemotongan Hewan Kurban Saat Pandemi, Daging Diantar ke Rumah

Megapolitan
Tanpa Keterampilan Khusus, Warga Diimbau Tak Sembarangan Tangkap Ular

Tanpa Keterampilan Khusus, Warga Diimbau Tak Sembarangan Tangkap Ular

Megapolitan
Kembali Buka Layanan AKAP, Terminal Jatijajar Depok Harus Himpun Manifes Penumpang

Kembali Buka Layanan AKAP, Terminal Jatijajar Depok Harus Himpun Manifes Penumpang

Megapolitan
Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Tanah Abang, Polisi Periksa Rekaman CCTV

Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Tanah Abang, Polisi Periksa Rekaman CCTV

Megapolitan
Puluhan Demonstran Penolak Reklamasi Geruduk Pintu Timur Ancol

Puluhan Demonstran Penolak Reklamasi Geruduk Pintu Timur Ancol

Megapolitan
Kisah Manik, Penerima Beasiswa yang Terjun sebagai Relawan ACT Covid-19 Bogor

Kisah Manik, Penerima Beasiswa yang Terjun sebagai Relawan ACT Covid-19 Bogor

Megapolitan
Percobaan Penculikan Anak Kembali Terjadi di Depok, Korban Dibekap Tisu Saat Bermain

Percobaan Penculikan Anak Kembali Terjadi di Depok, Korban Dibekap Tisu Saat Bermain

Megapolitan
IKAPPI: Pemprov DKI Jemput Paksa Pedagang Pasar untuk Swab Test, Ini Tidak Kami Harapkan

IKAPPI: Pemprov DKI Jemput Paksa Pedagang Pasar untuk Swab Test, Ini Tidak Kami Harapkan

Megapolitan
Pemkot Jaktim Tandai Hewan Kurban Tak Layak dengan Pylox Warna Merah

Pemkot Jaktim Tandai Hewan Kurban Tak Layak dengan Pylox Warna Merah

Megapolitan
Pemkot Larang Warga Jual dan Potong Hewan Kurban di Zona Merah Covid-19

Pemkot Larang Warga Jual dan Potong Hewan Kurban di Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Jenazah Korban yang Melompat dari Hotel di Thamrin Sudah Dievakuasi

Jenazah Korban yang Melompat dari Hotel di Thamrin Sudah Dievakuasi

Megapolitan
Perempuan yang Tewas di Hotel Tanah Abang Diduga Lompat dari Lantai 13

Perempuan yang Tewas di Hotel Tanah Abang Diduga Lompat dari Lantai 13

Megapolitan
Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Jakarta, Pedagang: Suaranya kayak Letusan Petasan

Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Jakarta, Pedagang: Suaranya kayak Letusan Petasan

Megapolitan
Tips Cara Pilih Hewan Kurban

Tips Cara Pilih Hewan Kurban

Megapolitan
Dua Pedagang Kantin di Kantor Wali Kota Jakbar Positif Covid-19

Dua Pedagang Kantin di Kantor Wali Kota Jakbar Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X