Hidayat-Didik Janji Atasi Masalah Transportasi di Jakarta

Kompas.com - 25/03/2012, 12:34 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Teriknya sinar matahari dan sempitnya ruangan untuk berorasi rupanya tak mengendurkan semangat pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini untuk berorasi di hadapan warga pemukiman padat penduduk di pinggir Kali Krukut, Pejompongan, Jakarta Pusat pada Minggu (25/3/2012) pagi.

Tidak ada sambutan mewah dalam kedatangan kedua kandidat ini. Sebuah panggung sederhana beratapkan langit dan panas matahari menjadi awal pertemuan Hidayat-Didik dengan warga Ibu Kota. Tidak banyak pula warga yang mengikuti acara ini. Hanya tampak sekitar 20-an ibu-ibu rumah tangga yang rela berpanas-panasan sambil ikut berteriak yel-yel Hidayat-Didik.

Di dalam orasinya, pasangan yang didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini mulai memaparkan programnya untuk Jakarta. "Kehadiran kami di sini bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk menghadirkan Jakarta yang lebih bermartabat. Insyallah itu sudah jadi komitmen kami," ungkap Hidayat, Minggu, di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Program utama yang menjadi fokus utama pasangan ini tak jauh-jauh dari masalah klasik Ibu Kota yakni banjir dan macet. Hidayat mengatakan bahwa Jakarta butuh pemimpin yang paham betul akan persoalan kota ini. "Oleh karena itu, perlu orang yang lama dan tahu betul, sehingga dia bisa merasakan apa yang jadi persoalan warganya," kata Hidayat.

Ia menceritakan, saat banjir besar melanda Jakarta pada tahun 2002 dan 2007, ia berada di tengah masyarakat. "Dari tahun-tahun itu kami sudah ada di tengah masyarakat dan ikut membersihkan lumpur. Sudah semestinya yang pimpin Jakarta adalah mereka yang tidak hanya tahu manisnya Jakarta tapi terbiasa pahit getirnya Jakarta," tambah mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini.

Sementara itu, Didik menambahkan bahwa ia dan Hidayat akan saling melengkapi dalam menuntaskan persoalan ibukota. Dua kandidat ini menyatakan akan mengatasi persoalan transportasi massal, usaha kecil dan menengah (UKM), dan tata kota.

Selain melakukan orasi di panggung kecil terbuka di pinggir jalan sempit, pasangan Hidayat-Didik juga turun ke pinggir Kali Krukut dan berdialog dengan warga. "Di wilayah ini adalah contoh sempurna dari semua persoalan Ibu Kota, mulai dari banjir, macet, permukiman padat penduduk, dan kemiskinan. Makanya kami datang ke sini untuk melihat dan berkomunikasi dengan warga," tutur Didik yang berlatar belakang ekonom ini.

Seperti diberitakan, sudah ada enam pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta. Sebanyak empat pasang maju dari jalur partai politik yakni pasangan Jokowi-Ahok, Alex Noerdin-Nono Sampono, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini. Mereka kini tinggal menunggu verifikasi dari KPUD.

Sedangkan dua pasangan lainnya sudah terlebih dulu maju melalui jalur independen yaitu Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Supandji-Riza Patria. Keenam pasangan ini akan bersaing memperebutkan kursi DKI 1 dan DKI 2.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.