Jakarta Butuh MRT

Kompas.com - 26/03/2012, 09:12 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorHertanto Soebijoto

SINGAPURA, KOMPAS.com - Bukan hal yang baru melihat kebersihan dan keteraturan lalu lintas di Singapura. Sama sekali tidak terlihat adanya antrean kendaraan di jalan yang memusingkan seperti di Jakarta. Hal ini disebabkan masyarakat Singapura lebih memilih menggunakan transportasi massal yang andal, yaitu Mass Rapid Transit (MRT).

Kepala Biro Komunikasi PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus, mengatakan, nantinya Jakarta juga akan memiliki transportasi massal yang aman dan nyaman ini. Sehingga warga Jakarta akan memiliki alternatif sarana transportasi massal yang mudah menjangkau lokasi-lokasi strategis.

"MRT di Jakarta ini tidak akan berbeda dengan di Singapura. Nantinya, akan lewat juga di lokasi-lokasi strategis di Jakarta. Seperti Fatmawati, Blok M dan Sudirman," kata Manpalagupta saat kunjungan di Singapura, Sabtu (24/3/2012).

Di Singapura, MRT memang telah berhasil menjadi tulang punggung sarana transportasi massal dan mengakses berbagai kawasan baik perkantoran, pusat perbelanjaan maupun pemukiman sejak tahun 1987. Saat ini, tersedia empat jalur MRT yang terdiri dari 89 stasiun dengan 11 stasiun transit yang mempermudah pengguna berpindah jalur.

Beberapa lokasi strategis yang mudah dijangkau dengan MRT adalah Orchard, Somerset, City Hall, Raffles Place, Bugis, China Town, Esplanade, Bayfront dan Marina Bay. Bahkan biaya menggunakan MRT ini hanya berkisar sekitar 1-2 dollar singapura. Tarif ini tentu jauh lebih murah dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau naik taksi.

"Naik taksi dari Bugis sampai Clementi bisa sampai 14 dollar singapura. Sedangkan naik MRT hanya 2 dollar singapura," ujar Manpalagupta.

Tidak hanya itu, jika mengendarai kendaraan pribadi saat hari kerja maka masyarakat harus bersiap membayar sebesar 4 dollar singapura tiap kali melewati wilayah Electronic Road Pricing (ERP). Ditambah lagi, tarif parkir di gedung untuk kendaraan pribadi jauh lebih mahal daripada tarif parkir kendaraan pribadi di fasilitas park and ride yang terintegrasi dengan MRT.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapat dibayangkan jika MRT akhirnya benar beroperasi di Jakarta. Beban kendaraan di ruas jalan-jalan protokol akan berkurang dan warga yang berdesak-desakan di angkutan umum juga berkurang karena semakin banyak alternatif transportasi massal yang murah dan mudah. Dengan demikian, MRT ini bisa disebut sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan Jakarta yang kian parah.

Di Jakarta sendiri, kegiatan persiapan konstruksi akan dimulai pada bulan Mei ini. Kegiatan persiapan konstruksi tersebut antara lain adalah pemindahan Stadion Lebak Bulus, pelebaran jalan, pemindahan utilitas dan masih banyak lagi.

Nantinya MRT di Jakarta akan dibagi menjadi dua koridor yaitu koridor Selatan-Utara yang terdiri dari dua tahap yakni Lebak Bulus-Bundaran HI untuk tahap pertama dan Bundaran HI-Kampung Bandan untuk tahap kedua. Sementara untuk koridor Timur-Barat akan membentang dari Cikarang-Balaraja. Untuk koridor Timur-Barat, hingga saat ini masih dalam studi kelayakan di Kementerian Perhubungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.