Menkeu Tetap Pilih Opsi Pertama

Kompas.com - 26/03/2012, 12:54 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah tampaknya lebih memilih opsi yang pertama, yakni menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 1.500 per liter dengan subsidi energi sebesar Rp 225,4 triliun dengan rincian subsidi BBM sebesar Rp 137,38 triliun dan subsidi listrik Rp 64,9 triliun.

Ini adalah salah satu opsi dari dua opsi yang diajukan Badan Anggaran DPR pada Minggu (25/3/2012) kemarin.

"Kami ingin membahas opsi pertama. Opsi pertama dibahas secara mendalam dan detail. Kalaupun ada catatan membahas opsi satu itu adalah hak dan wewenang Bapak-Ibu sekalian," sebut Agus dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Senin (26/3/2012) siang ini.

Opsi ini juga memberikan persetujuan adanya dana cadangan risiko fiskal sebesar Rp 23 triliun serta dana kompensasi atas kenaikan BBM bersubsidi sebesar Rp 30,6 triliun. Konsekuensi atas opsi pertama ini, pemerintah dan parlemen harus merevisi Pasal 7 ayat 6 dalam APBN 2012 yang berbunyi bahwa harga jual eceran BBM bersubsidi tidak boleh mengalami kenaikan.

Agus mengatakan, opsi kedua yakni subsidi BBM dipatok sebesar Rp 178 triliun dan subsidi listrik Rp 64,9 triliun serta ditambah dengan dana cadangan risiko fiskal Rp 23 triliun akan dibahas secara bayangan.

Maksudnya, pembahasan tidak mendalam seperti opsi pertama. Lantaran opsi kedua, kata dia, berpotensi membuat defisit anggaran negara lebih dari 3 persen. "Walaupun kita membahas opsi pertama. Kami dari pemerintah menilai opsi dua itu berpotensi akan membuat total defisit belanja melebihi 3 persen," tutur dia. "Jadi kami mengajak Bapak-Ibu untuk membahas opsi satu," pungkas dia.

Untuk diketahui saja, pemerintah sekarang ini masih membahas dua opsi yang disodorkan Banggar. Sekalipun pemerintah menginginkan pembahasan mendalam terkait opsi satu, Banggar justru mau pembahasan dilakukan untuk kedua opsi.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    WNA Afrika Ditangkap karena Selundupkan Narkoba di Balik Pakaian Dalam

    WNA Afrika Ditangkap karena Selundupkan Narkoba di Balik Pakaian Dalam

    Megapolitan
    Normalisasi Situ dan Sungai Jadetabek, Sampah Rumah Tangga dan Lumpur Dikeruk

    Normalisasi Situ dan Sungai Jadetabek, Sampah Rumah Tangga dan Lumpur Dikeruk

    Megapolitan
    12 Oknum Satpol PP DKI Diduga Terlibat Pembobolan ATM

    12 Oknum Satpol PP DKI Diduga Terlibat Pembobolan ATM

    Megapolitan
    Yayasan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede

    Yayasan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede

    Megapolitan
    Pelimpahan Kasus 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora Disebut Hanya melalui WhatsApp

    Pelimpahan Kasus 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora Disebut Hanya melalui WhatsApp

    Megapolitan
    Gubuk Kayu yang Dibangun Korban Penggusuran Sunter Agung Dibongkar Satpol PP

    Gubuk Kayu yang Dibangun Korban Penggusuran Sunter Agung Dibongkar Satpol PP

    Megapolitan
    Antisipasi Kebakaran Susulan, Damkar Siaga di SMK Yadika 6 Pondok Gede

    Antisipasi Kebakaran Susulan, Damkar Siaga di SMK Yadika 6 Pondok Gede

    Megapolitan
    Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkoba oleh 4 WNA

    Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkoba oleh 4 WNA

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Targetkan Keruk 12.000 Ton Endapan Lumpur di Situ Parigi

    Pemkot Tangsel Targetkan Keruk 12.000 Ton Endapan Lumpur di Situ Parigi

    Megapolitan
    Keluarga Protes Pembatasan Kunjungan Keluarga Tersangka Kasus Pengibaran Bintang Kejora

    Keluarga Protes Pembatasan Kunjungan Keluarga Tersangka Kasus Pengibaran Bintang Kejora

    Megapolitan
    Api Muncul Lagi di SMK Yadika 6 Pondok Gede karena Tumpukan Buku Belum Padam Sempurna

    Api Muncul Lagi di SMK Yadika 6 Pondok Gede karena Tumpukan Buku Belum Padam Sempurna

    Megapolitan
    BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

    BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

    Berita Foto
    [VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

    [VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

    Megapolitan
    Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

    Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

    Megapolitan
    Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

    Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X