Besok, Demo BBM Kepung Jakarta

Kompas.com - 26/03/2012, 13:36 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Puncak aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berlangsung besok, Selasa (27/3/2012). Kepolisian Daerah Metro Jaya mencatat akan ada 8.000 orang demonstran yang tersebar di sejumlah titik seperti di depan gedung DPR/MPR dan di depan Monumen Nasional (Monas).

"Kegiatan unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, dan buruh paling besar akan dilakukan besok. Estimasi massa mencapai 8.000 orang," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin (25/3/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Ia menjelaskan, aksi unjuk rasa nantinya akan dilakukan mulai pukul 09.00 hingga sore hari. Mereka akan menyebar di beberapa titik utama seperti di gedung DPR/MPR, Monas, dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Mereka sudah koordinasi ke kepolisian. Nanti akan kami kawal dan fasilitasi semoga semua berjalan lancar," tutur Rikwanto.

Berikut data aksi unjuk rasa yang akan dilakukan esok hari yang dihimpun Polda Metro Jaya:

1. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di depan Istana Negara. Jumlah massa mencapai 3.000 orang.

2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Jumlah massa diperkirakan 1.000 orang.

3. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di depan gedung DPR/MPR dan Bundaran Hotel Indonesia. Estimasi massa 3.000 orang.

4. Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) sebanyak 300 orang demonstran di depan Istana Negara.

5. Komunikasi Mahasiswa Indonesia Timur (Komit) di depan Istana Negara. Perkiraan massa mencapai 300 orang.

6. Sekitar 100 orang juga akan berunjuk rasa di Kementerian BUMN.

"Sisanya ada yang tersebar di Balaikota, DPRD DKI Jakarta, dan KPUD terkait demo pilkada. Sedangkan kenaikan BBM lain juga ada di kementerian-kementerian namun jumlahnya tidak terlalu banyak," kata Rikwanto.

Untuk mengamankan aksi unjuk rasa besar-besaran ini, aparat kepolisian akan mengerahkan lebih dari setengah pasukannya yakni mencapai 22.458 personel. Dari jumlah itu, sebanyak 8.254 personel berasal dari TNI. Kendaraan taktis seperti water canon dan barakuda juga disiagakan untuk mengantisipasi kerusuhan yang mungkin terjadi esok hari.

Aparat kepolisian dan TNI yang disiagakan, kata Rikwanto, tidak memegang senjata api apa pun. Mereka hanya dibekali tameng dan pentungan untuk menghalau massa. Gas air mata juga disiapkan jika sewaktu-waktu kerusuhan memuncak. Jika terjadi kerusuhan atau massa meluber dan menutupi jalan, akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas. Penutupan jalan atau pengalihan arus lalu lintas bersifat situasional melihat kepadatan yang terjadi di lapangan.

"Kami berharap semua korlap bisa menjaga massanya agar tidak mudah disusupi provokator yang hanya ingin membuat kerusuhan. Kami sudah koordinasi dengan mereka dari kemarin, semoga tidak ada kericuhan yang terjadi," pungkas Rikwanto.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

    Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

    Megapolitan
    Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

    Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

    Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

    Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

    Megapolitan
    Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

    Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

    Megapolitan
    Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

    Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

    Megapolitan
    Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

    Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

    Megapolitan
    UPDATE: Bertambah 2 Kasus, Total 614 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

    UPDATE: Bertambah 2 Kasus, Total 614 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

    Megapolitan
    Jaga Kerahasiaan, Agen Detektif Wanita Tidak Punya Akun Media Sosial

    Jaga Kerahasiaan, Agen Detektif Wanita Tidak Punya Akun Media Sosial

    Megapolitan
    BPBD Keluarkan Peringatan Potensi Angin Puting Beliung di Jakarta

    BPBD Keluarkan Peringatan Potensi Angin Puting Beliung di Jakarta

    Megapolitan
    Seorang Ibu di Palmerah Melahirkan Sendirian, lalu Mengaku Menemukan Bayi

    Seorang Ibu di Palmerah Melahirkan Sendirian, lalu Mengaku Menemukan Bayi

    Megapolitan
    BKD DKI Janjikan Gaji Ke-13 PNS Akan Dibayar Penuh Agustus

    BKD DKI Janjikan Gaji Ke-13 PNS Akan Dibayar Penuh Agustus

    Megapolitan
    Kronologi dan Fakta Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Alami Kebakaran

    Kronologi dan Fakta Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Alami Kebakaran

    Megapolitan
    Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

    Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

    Megapolitan
    Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

    Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X