Pesta Perkawinan Itu Membuat Ratusan Tetamu Ambruk - Kompas.com

Pesta Perkawinan Itu Membuat Ratusan Tetamu Ambruk

Kompas.com - 10/04/2012, 09:47 WIB

CIBINONG, KOMPAS.com - Daamah (90-an) tergolek lemas dengan jarum infus pada punggung lengan kirinya, Senin (9/4/2012) pagi. Matanya lebih banyak terpejam. Potongan roti yang disuapkan cucunya juga tak bisa ditelannya. Ia lemas. Energinya habis lantaran muntah-muntah dan buang air akibat keracunan makanan.

”Nenek saya paling akhir ketahuan keracunan makanan di antara keluarga saya yang lain,” tutur Kosasih (36), sang cucu yang menemaninya di Ruang Transit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kosasih sungguh pusing. Ia harus menunggui sang nenek sekaligus adik perempuannya, Susilawati (29), di RSUD Cibinong. Sementara ayah, ibu, dan dua adiknya yang lain dirawat di Masjid Al-Baqoroh di kampung mereka di Bojongsempu, Desa Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Masjid itu sejak Minggu siang menjadi salah satu posko pengobatan darurat bagi korban keracunan di empat RT di RW 06 Bojongsempu. Ada 223 warga di empat RT itu yang keracunan makanan. Lima di antaranya dirujuk ke RSUD Cibinong karena kondisi fisik mereka memburuk.

Menurut Kosasih, keluarganya menghadiri pesta perkawinan putri Ny Murtama, tetangga mereka, Sabtu pagi. Hajatan itu berlangsung sederhana karena sang tuan rumah secara ekonomi sedang saja. Ny Murtama, kata Kosasih, membesarkan anak seorang diri sebagai janda.

Makanan sederhana berupa nasi, telur, dan sayur kacang disuguhkan kepada tetamu yang hadir. Proses memasak makanan itu juga dibantu tetangga, seperti laiknya hajatan di perkampungan yang masih kental dengan tradisi gotong royong.

”Saya juga enggak tahu makanan apa yang membuat saya seperti ini,” tutur Fitriani (23), warga yang juga dirawat di RSUD Cibinong.

Fitriani yang sedang hamil lima bulan itu juga menyantap makanan yang tersaji. Suaminya, Irwansyah (28), juga keracunan dan dirawat di Masjid Al-Baqoroh. Ia berharap keracunan itu tak berdampak pada janin yang dikandungnya.

Menurut Kepala Seksi Pelayanan dan Pengembangan Medik RSUD Cibinong Vitrie W, kondisi pasien yang keracunan itu membaik karena cepat ditangani dengan diberi infus sehingga asupan makanan yang tidak bisa masuk ke tubuh mereka bisa tergantikan. Dia memperkirakan dalam waktu beberapa hari mendatang fisik mereka akan kembali pulih. Biaya pengobatan mereka juga akan ditanggung pemerintah.

”Contoh muntahan mereka akan diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk mengetahui penyebab keracunan massal itu,” tuturnya.

Menurut Vitrie, bisa saja keracunan itu disebabkan masalah kebersihan makanan atau pemilihan bahan makanan. Sementara itu, kondisi fisik orang-orang yang mengonsumsi makanan itu juga berpengaruh.

”Saat kondisi fisik sedang buruk, lebih mudah keracunan. Lihat saja, dari sekitar 200 orang yang makan, yang parah lima orang,” tuturnya.

Kepala Polsek Sukaraja Komisaris Ipik Kusmaya masih menyelidiki kasus keracunan massal itu dengan memeriksa sisa makanan, saksi, termasuk juru masak. (Antony Lee)

 


EditorHertanto Soebijoto

Terkini Lainnya

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Nasional
Saat Perwakilan Ojek Online se-Indonesia Mengadu ke DPR

Saat Perwakilan Ojek Online se-Indonesia Mengadu ke DPR

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Nasional
Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Nasional
Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Internasional
Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Regional
Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Internasional
Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Nasional
Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Nasional
Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Nasional
Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional
Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Nasional
Fransika Berencana Laporkan Lagi Sandiaga soal Kasus Penggelapan Lahan

Fransika Berencana Laporkan Lagi Sandiaga soal Kasus Penggelapan Lahan

Megapolitan
10 Fakta Persidangan Setya Novanto dan Aliran Uang Korupsi E-KTP

10 Fakta Persidangan Setya Novanto dan Aliran Uang Korupsi E-KTP

Nasional
Berita Populer: Perang 'Paling Sopan' hingga 4 Mantan Presiden AS Reuni

Berita Populer: Perang "Paling Sopan" hingga 4 Mantan Presiden AS Reuni

Internasional

Close Ads X