Jenazah Suwantji Akan Dimakamkan di Tanah Kusir

Kompas.com - 16/04/2012, 11:32 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

TANGERANG, KOMPAS.com- Hingga pukul 09.30 tadi, jenazah Suwantji Sisworahardjo (73), dosen Universitas Indonesia (UI), masih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang. "Rencana jam 09.00 ini jenazah akan diotopsi. Setelah dimandikan dan dikafani, akan dibawa ke rumah duka. Belum tahu jam berapa akan dibawa ke rumah," kata Tiwi, salah seorang keponakan menantu almarhumah di rumah duka, Senin (16/4/2012).

Iwan Pratama, tetangga bersebelahan rumah korban mengatakan, jenazah dibawa keluar dari rumah duka ke RSUD Tangerang pukul 21.00. "Setelah dibawa keluar rumah dan masuk ke dalam ambulans. Ambulans tidak langsung jalan. Mungkin ada 30 menit baru jalan," kata Iwan.

Direncanakan, kata Iwan, setelah diotopsi, dimandikan, dan dikafani, jenazah dibawa ke rumah duka dan selanjutnya setelah disemayamkan akan dibawa ke Masjid Muhajirin, Larangan Indah. Selanjutnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE Covid-19 2 April: Depok Tambah 4 Pasien Positif dan 1 Suspect Wafat

    UPDATE Covid-19 2 April: Depok Tambah 4 Pasien Positif dan 1 Suspect Wafat

    Megapolitan
    Ada yang Kecewa tetapi Memaklumi Mantan Kapolsek Kembangan Gelar Pernikahan di Tengah Pandemi Corona

    Ada yang Kecewa tetapi Memaklumi Mantan Kapolsek Kembangan Gelar Pernikahan di Tengah Pandemi Corona

    Megapolitan
    Sudah Ada 20 Pasien Covid-19 yang Sembuh dari RSPI Sulianti Saroso

    Sudah Ada 20 Pasien Covid-19 yang Sembuh dari RSPI Sulianti Saroso

    Megapolitan
    Terjatuh Saat Berjalan Kaki, Seorang Pria Tewas Terlindas Truk di Cakung

    Terjatuh Saat Berjalan Kaki, Seorang Pria Tewas Terlindas Truk di Cakung

    Megapolitan
    Soal Pembatasan Transportasi, Dishub Kota Tangerang Ikuti Arahan Pemerintah Pusat

    Soal Pembatasan Transportasi, Dishub Kota Tangerang Ikuti Arahan Pemerintah Pusat

    Megapolitan
    Anies Tagih Dana Bagi Hasil ke Kemenkeu untuk Tangani Corona, Nilainya Mencapai Rp 7 Triliun

    Anies Tagih Dana Bagi Hasil ke Kemenkeu untuk Tangani Corona, Nilainya Mencapai Rp 7 Triliun

    Megapolitan
    Depok Umumkan Kategori Baru Terkait Covid-19: Orang Tanpa Gejala Jumlahnya 131

    Depok Umumkan Kategori Baru Terkait Covid-19: Orang Tanpa Gejala Jumlahnya 131

    Megapolitan
    Mereka yang Tak Mengenal WFH demi Jaga Performa Perusahaan

    Mereka yang Tak Mengenal WFH demi Jaga Performa Perusahaan

    Megapolitan
    Anggaran Corona Bakal Ditambah, Anies Tagih Pencairan Dana Bagi Hasil dari Kemenkeu

    Anggaran Corona Bakal Ditambah, Anies Tagih Pencairan Dana Bagi Hasil dari Kemenkeu

    Megapolitan
    Pemprov DKI Buat Laboratorium untuk Percepat Tes Covid-19

    Pemprov DKI Buat Laboratorium untuk Percepat Tes Covid-19

    Megapolitan
    Anies Tunggu Arahan MUI soal Kebijakan Ibadah di Masjid Selama Ramadhan

    Anies Tunggu Arahan MUI soal Kebijakan Ibadah di Masjid Selama Ramadhan

    Megapolitan
    Selama Pandemi Corona, Pemudik Tujuan Jateng dan Jatim di Terminal Pulo Gebang Mendominasi

    Selama Pandemi Corona, Pemudik Tujuan Jateng dan Jatim di Terminal Pulo Gebang Mendominasi

    Megapolitan
    Bermodal Jas Hujan, Angel bersama Kelompok Muda-mudi Gereja Basmi Virus Corona

    Bermodal Jas Hujan, Angel bersama Kelompok Muda-mudi Gereja Basmi Virus Corona

    Megapolitan
    Kekurangan Alat Rapid Test, Wali Kota Bekasi: Kalau Pak Gubernur Masih Punya Stok, Berapa Pun Kami Terima

    Kekurangan Alat Rapid Test, Wali Kota Bekasi: Kalau Pak Gubernur Masih Punya Stok, Berapa Pun Kami Terima

    Megapolitan
    Pandemi Corona Belum Usai, Pembatasan Bus Transjakarta Diperpanjang hingga 19 April

    Pandemi Corona Belum Usai, Pembatasan Bus Transjakarta Diperpanjang hingga 19 April

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X